GAMBARAN KECEMASAN SOSIAL SEBAGAI DAMPAK DARI POLA ASUH YANG DITERIMA (STUDI KASUS PADA DEWASA AWAL)
Keywords:
Kecemasan Sosial, Pola Asuh, Dewasa Awal
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk memahami lebih lanjut mengenai gambaran kecemasan sosial sebagai dampak dari pola asuh yang diterima pada dewasa awal. Pola asuh merupakan cara orang tua merawat dan mendidik anak dengan tujuan membentuk karakter kepribadian anak. Orang tua di Indonesia saat ini masih banyak yang mengasuh anak mereka hingga dewasa, disertai dengan memberikan kontrol atau kebebasan yang berlebihan. Hal tersebut membuat anak memiliki perasaan mampu mengelola diri yang rendah, hingga mengalami kecemasan sosial. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 391 orang, dengan rentang usia 20 hingga 40 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas partisipan dalam penelitian ini mengalami kecemasan sosial saat sedang diperhatikan ketika melakukan suatu pekerjaan. Partisipan yang mengalami kecemasan paling banyak berasal dari pola pengasuhan permisif, disusul oleh otoriter dan otoritatif. Berdasarkan data uji beda, didapatkan bahwa partisipan yang berada pada usia pertengahan dewasa awal memiliki tingkat kecemasan sosial yang tinggi, seperti partisipan yang berusia 30 tahun keatas dan telah menempuh pendidikan S-2.References
Agustina, & Appulembang, Y. A. (2017). Pengaruh pola asuh terhadap kualitas hidup siswa pelaku tawuran. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1(1), 210–215.
Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psyhologist, 55(5), 469–480.
Atika, N. A., Darmawati, L. E. S., & Supriadi, B. (2019). Enam metode pola asuh orang tua untuk peningkatan social skill di Kabupaten Malang. Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA, 20(1), 18–37.
Aune, T., Nordahl, H. M., & Beidel, D. C. (2022). Social anxiety disorder in adolescents: Prevalence and subtypes in the young-hunt3 study. Journal of Anxiety Disorders, 87.
Baumrind, D. (1971). Current patterns of parental authority. Developmental Psyhcology Monograph, 4(1), 1–103.
Buri, J. R. (1991). Parental authority questionnaire. Journal of Personality Assessment, 57(1), 110–119.
Firmansyah, D., & Dede. (2022). Teknik pengambilan sampel umum dalam metodologi penelitian: Literature review. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH), 1(2), 85–114. https://doi.org/10.55927
Hartanti, J. (2011). Hubungan pola asuh otoriter orang tua dan kecemasan sosial remaja dengan konsep diri remaja akhir di sma negeri 10 Surabaya. Jurnal Wahana, 56(1).
Jamain, R. R., Makaria, E. C., & Anggithania, S. (2022). Kecemasan sosial siswa SMA ditinjau dari pola asuh otoriter dan pola asuh permissive indifferent. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 11(2), 44–50. https://doi.org/10.15294/ijgc.v11i2.60804
Kalalo, B., Marlietama, C. A., & Cristabel, G. (2021). Validitas alat ukur liebowitz docial anxiety scale (lsas). Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 10(1), 18–26. https://doi.org/10.21009/JPPP
Karasewich, T. A., & Kuhlmeier, V. A. (2019). Trait social anxiety as conditional adaptation: A development and evolutionary framework. Developmental Review.
King, L. A. (2019). Experience Psychology (4th ed.). McGraw-Hill Education.
Latifah, A. N. (2017). Hubungan kecemasan sosial dengan presentasi diri pada mahasiswa perantau angkatan 2016 di perguruan tinggi negeri kota Bandung.
Liebowitz. (1987). Liebowit social anxiety scale. Social Phobia Pharmacopsychology, 22, 141–173.
Listyaningsih, U., Alfana, M. A. F., Pujihastuti, R., & Amrullah, H. (2019). Pola asuh orang tua pada anak usia 10-14 tahun di daerah istimewa Yogyakarta. Populasi, 27(2), 1–12.
Mohzana, Murcahyanto, H., & Fahrurrozi, M. (2024). Pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap orientasi pola asuh anak asia dini. Journal of Elementary School (JOES), 7(1), 1–11. https://doi.org/10.31539/joes.v7i1.8631
Orlofsky, J. L., Marcia, J. E., & Lesser, I. M. (1973). Ego identity status and the intimacy versus isolation crisis of young adulthood. Journal of Personality and Social Psychology, 27(2), 211–219. https://doi.org/10.1037/h0034787
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development (11th ed.). McGraw-Hill. www.mhhe.com
Putri, A. F. (2019). Pentingnya orang dewasa awal menyelesaikan tugas perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35–40. https://doi.org/10.23916/08430011
Rachmawaty, F. (2015). Peran pola asuh orang tua terhadap kecemasan sosial pada remaja. Jurnal Psikologi Tabularasa, 10(1), 31–42.
Sudirman, Kondolayuk, M. L., Sriwahyuningrum, A., Cahaya, I. M. E., Astuti, N. L. S., Setiawan, J., Tandirerung, W. Y., Nusantri, D. O., Indrawati, F., Fittriya, N. L., Aziza, N., Kurniawati, N., Wardhana, A., & Hasanah, T. (2020). Metodologi penelitian 1.
Tsani, L. M. (2022). Hubungan pola asuh otoritatif dengan keterbukaan diri pada masa emerging adulthood. Fakultas Psikologi.
Zulkarnain, Z., Amiruddin, A., Kusaeri, K., & Rusydiyah, E. F. (2023). Analisis komparasi pola pengasuhan anak di Indonesia dan Finlandia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 6399–6414. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.4269
Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psyhologist, 55(5), 469–480.
Atika, N. A., Darmawati, L. E. S., & Supriadi, B. (2019). Enam metode pola asuh orang tua untuk peningkatan social skill di Kabupaten Malang. Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA, 20(1), 18–37.
Aune, T., Nordahl, H. M., & Beidel, D. C. (2022). Social anxiety disorder in adolescents: Prevalence and subtypes in the young-hunt3 study. Journal of Anxiety Disorders, 87.
Baumrind, D. (1971). Current patterns of parental authority. Developmental Psyhcology Monograph, 4(1), 1–103.
Buri, J. R. (1991). Parental authority questionnaire. Journal of Personality Assessment, 57(1), 110–119.
Firmansyah, D., & Dede. (2022). Teknik pengambilan sampel umum dalam metodologi penelitian: Literature review. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH), 1(2), 85–114. https://doi.org/10.55927
Hartanti, J. (2011). Hubungan pola asuh otoriter orang tua dan kecemasan sosial remaja dengan konsep diri remaja akhir di sma negeri 10 Surabaya. Jurnal Wahana, 56(1).
Jamain, R. R., Makaria, E. C., & Anggithania, S. (2022). Kecemasan sosial siswa SMA ditinjau dari pola asuh otoriter dan pola asuh permissive indifferent. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 11(2), 44–50. https://doi.org/10.15294/ijgc.v11i2.60804
Kalalo, B., Marlietama, C. A., & Cristabel, G. (2021). Validitas alat ukur liebowitz docial anxiety scale (lsas). Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 10(1), 18–26. https://doi.org/10.21009/JPPP
Karasewich, T. A., & Kuhlmeier, V. A. (2019). Trait social anxiety as conditional adaptation: A development and evolutionary framework. Developmental Review.
King, L. A. (2019). Experience Psychology (4th ed.). McGraw-Hill Education.
Latifah, A. N. (2017). Hubungan kecemasan sosial dengan presentasi diri pada mahasiswa perantau angkatan 2016 di perguruan tinggi negeri kota Bandung.
Liebowitz. (1987). Liebowit social anxiety scale. Social Phobia Pharmacopsychology, 22, 141–173.
Listyaningsih, U., Alfana, M. A. F., Pujihastuti, R., & Amrullah, H. (2019). Pola asuh orang tua pada anak usia 10-14 tahun di daerah istimewa Yogyakarta. Populasi, 27(2), 1–12.
Mohzana, Murcahyanto, H., & Fahrurrozi, M. (2024). Pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap orientasi pola asuh anak asia dini. Journal of Elementary School (JOES), 7(1), 1–11. https://doi.org/10.31539/joes.v7i1.8631
Orlofsky, J. L., Marcia, J. E., & Lesser, I. M. (1973). Ego identity status and the intimacy versus isolation crisis of young adulthood. Journal of Personality and Social Psychology, 27(2), 211–219. https://doi.org/10.1037/h0034787
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development (11th ed.). McGraw-Hill. www.mhhe.com
Putri, A. F. (2019). Pentingnya orang dewasa awal menyelesaikan tugas perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35–40. https://doi.org/10.23916/08430011
Rachmawaty, F. (2015). Peran pola asuh orang tua terhadap kecemasan sosial pada remaja. Jurnal Psikologi Tabularasa, 10(1), 31–42.
Sudirman, Kondolayuk, M. L., Sriwahyuningrum, A., Cahaya, I. M. E., Astuti, N. L. S., Setiawan, J., Tandirerung, W. Y., Nusantri, D. O., Indrawati, F., Fittriya, N. L., Aziza, N., Kurniawati, N., Wardhana, A., & Hasanah, T. (2020). Metodologi penelitian 1.
Tsani, L. M. (2022). Hubungan pola asuh otoritatif dengan keterbukaan diri pada masa emerging adulthood. Fakultas Psikologi.
Zulkarnain, Z., Amiruddin, A., Kusaeri, K., & Rusydiyah, E. F. (2023). Analisis komparasi pola pengasuhan anak di Indonesia dan Finlandia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 6399–6414. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.4269
Published
2024-12-30
How to Cite
Adelia Yulindasari, Debora Basaria, & Willy Tasdin. (2024). GAMBARAN KECEMASAN SOSIAL SEBAGAI DAMPAK DARI POLA ASUH YANG DITERIMA (STUDI KASUS PADA DEWASA AWAL). Journal of Social and Economics Research, 6(2), 803-816. https://doi.org/10.54783/jser.v6i2.678
Section
Articles

















