HUBUNGAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA YANG MELAKUKAN MBKM

  • Intan Dina Sari Universitas Tarumanagara
  • Michelle Tirtabudi Universitas Tarumanagara
  • Fernando Romero Surjo Universitas Tarumanagara
  • Rahmah Hastuti Universitas Tarumanagara
Keywords: Work Life Balance, Kesejahteraan Psikologis, Mahasiswa, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Pendidikan Tinggi

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bertujuan untuk memberikan kebebasan belajar kepada mahasiswa, memungkinkan mereka untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Work Life Balance (WLB) dan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada mahasiswa yang mengikuti program MBKM. Penelitian ini melibatkan 152 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang telah mengikuti program MBKM. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala WLB dan skala psychological well-being, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara WLB dan kesejahteraan psikologis dengan nilai korelasi Pearson sebesar 0.788 (p < 0.01). Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang mampu mencapai keseimbangan antara kehidupan akademik, pribadi, dan profesional cenderung memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan dari institusi pendidikan dalam membantu mahasiswa mengelola WLB mereka, serta pentingnya memberikan pemahaman dan pelatihan kepada mahasiswa tentang pentingnya WLB.

References

Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond work and family: A measure of work/nonwork interference and enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441-456. https://doi.org/10.1037/a0016737
Greenhaus, J. H., & Allen, T. D. (2011). Work–family balance: A review and extension of the literature. In J. C. Quick & L. E. Tetrick (Eds.), Handbook of occupational health psychology (2nd ed., pp. 165-183). American Psychological Association. https://doi.org/10.1037/10474-008
Greenhaus, J. H., & Beutell, N. J. (1985). Sources of conflict between work and family roles. Academy of Management Review, 10(1), 76-88. https://doi.org/10.5465/amr.1985.4277352
Kuncoro, M., Purwanto, A., & Susanto, E. (2022). Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam peningkatan kompetensi mahasiswa di era disrupsi. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(1), 45-58.
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069-1081. https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069
Salmiati, & Endratno, E. (2023). Pentingnya kesejahteraan psikologis dalam kinerja karyawan: Studi kasus di perusahaan manufaktur. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 5(2), 112-125.
Santos, G. G. (2016). Career barriers influencing career success: A focus on academics' perceptions and experiences. Career Development International, 21(1), 60-84. https://doi.org/10.1108/CDI-03-2015-0035
Suryani, I. (2021). Dampak pengangguran terhadap kesejahteraan psikologis: Sebuah tinjauan literatur. Jurnal Psikologi Sosial, 18(2), 137-148.
Published
2024-07-04
How to Cite
Intan Dina Sari, Michelle Tirtabudi, Fernando Romero Surjo, & Rahmah Hastuti. (2024). HUBUNGAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA YANG MELAKUKAN MBKM. Journal of Social and Economics Research, 6(1), 756-765. https://doi.org/10.54783/jser.v6i1.447