DEKONSTRUKSI REPRESENTASI KEMATIAN DALAM LAGU “O, TUAN” KARYA FEAST: KAJIAN SEMIOTIK JACQUES DERRIDA

  • Tira Mei Dwi Nur Avita Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia
  • Sri Yanuarsih Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia
  • Suantoko Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia
Keywords: Dekonstruksi, Semiotika, Kematian, Lirik Lagu, Différance.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi makna kematian dalam lirik lagu “O, Tuan” karya Feast melalui pendekatan semiotik dekonstruksi Jacques Derrida. Fokus kajian terletak pada bagaimana makna kematian dibangun, dinegosiasikan, dan terus bergeser melalui permainan tanda dalam teks lirik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks, di mana lirik lagu diperlakukan sebagai objek semiotik yang mengandung jaringan penanda dan petanda yang tidak stabil. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi diksi, struktur repetitif, serta oposisi biner yang muncul dalam lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kematian dalam lirik “O, Tuan” direpresentasikan sebagai pengalaman yang dekat, menekan, dan mengancam secara psikologis. Struktur emosional lirik bersifat ambivalen, ditandai oleh ketegangan antara penerimaan dan ketakutan yang terus berulang. Oposisi biner seperti hidup–mati, ikhlas–takut, serta menerima–menolak tidak hadir secara stabil, melainkan saling melemahkan dan meruntuhkan satu sama lain. Melalui mekanisme différance, makna kematian tidak pernah mencapai finalitas, melainkan terus bergeser dengan jejak ketakutan sebagai unsur dominan yang mengikat keseluruhan makna. Dengan demikian, kematian dalam lirik ini tampil sebagai realitas yang tidak tunggal dan senantiasa dinegosiasikan secara emosional oleh subjek.

References

Almas, M., Merang, O., Payunglangi, A., & Jeansen, E. (2022). Kritik sosial dalam musik. Musikolastika Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik, 4(2), 76-84. https://doi.org/10.24036/musikolastika.v4i2.91

Altiria, S. (2023). Dekonstruksi Derrida pada kajian linguistik kognitif. Prosiding Konferensi Linguistik Atma Jaya (KOLITA), Unika Atma Jaya, 20–22 Juni 2023, 270–280.

Barthes, R. (1977). Image-Music-Text. Hill and Wang.

Chandler, D. (2017). Semiotics: The Basics. Routledge.

Constantin, N., & Sitorus, F. K. (2023). Dekonstruksi, makna dan bahasa dalam perspektif Jacques Derrida. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial, 3(3), 795–801. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v3i3.1315

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. SAGE Publications.

Culler, J. (1982). On deconstruction: Theory and criticism after structuralism. Cornell University Press.

Derrida, J. (1978). Writing and difference. University of Chicago Press.

Derrida, J. (1997). Of grammatology. Johns Hopkins University Press.

Haryatmoko. (2016). Membongkar rezim kepastian: Pemikiran kritis post-strukturalis. Kanisius.

Hasbi, H., Kalila, K., Ghafary, M., Najma, N., & Nugraha, T. (2023). Analisis semantik kognitif metafora konseptual “quranun quran’ karya mesut kurtis-ibrahim dardasawi. JLP, 2(1), 30-35. https://doi.org/10.24198/jlp.v2i1.48372

Hibatullah, A. I., Sulistyani, H. D., & Rahardjo, T. (2024). Pemaknaan Fanbase Terhadap Isu-Isu Politik Dalam Lagu Bergenre Indie Rock. Interaksi Online, 12(2), 259-274.

Hidayat, K. (2008). Psikologi kematian. Hikmah.

Johnson, B. (1981). The critical difference: Essays in the contemporary rhetoric of reading. The Johns Hopkins University Press.

Lailiyah, N., Pitoyo, A., Rahmayantis, M., Sasongko, S., & P., C. (2024). Manifestasi tindak tutur dalam lirik lagu dangdut dengan perspektif pragmatik. Semantik, 13(1), 57-70. https://doi.org/10.22460/semantik.v13i1.p57-70

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Martadinata, S. (2023). Memahami suasana dilematis antara hutan dan uang melalui semiotika akuntansi. Ristansi Riset Akuntansi, 3(2), 203-214. https://doi.org/10.32815/ristansi.v3i2.1400

Melati, I., Iswatiningsih, D., & Zahidi, M. (2023). Pesan moral pada lirik lagu kanjuruhan karya iwan fals. Jurnal Genre (Bahasa Sastra dan Pembelajarannya), 5(1), 29-40. https://doi.org/10.26555/jg.v5i1.7429

Mogi, A., Tulung, G., & Ranuntu, G. (2023). Strategi penerjemahan lagu dalam sulih suara bahasa indonesia di film moana. Jurnal Onoma Pendidikan Bahasa dan Sastra, 9(1), 386-398. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2452

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Depok: Remaja Rosdakarya.

Nisa', A., Haerussaleh, H., & Huda, N. (2023). Analisis wacana kritis pada lirik lagu “hati-hati di jalan” karya tulus (teori teun a. van dijk). Metafora Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 10(2), 65. https://doi.org/10.30595/mtf.v10i2.18566

Norris, C. (1987). Derrida. Fontana Press.

Nurhamidah, J. M., Pamungkas, B. P., & Hakim, F. (2024). Eksplorasi Ambiguitas Makna dalam Lirik Lagu Membasuh: Sebuah Pendekatan Semantik dengan Makna Kontekstual. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2(6), 311-318.

Ruhupatty, C. (2023). Bahasa sebagai suplemen dalam pandangan dekonstruksi. Dekonstruksi, 9(02), 9-13.

Sari, F. I. R., Busri, H., & Siswiyanti, F. (2025). Hegemoni Ideologi Gramsci Dalam Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye (Perspektif Semiotika Dekonstruksi Jacques Derrida). Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran, 20(9).

Published
2026-04-30
How to Cite
Avita, T. M. D. N., Yanuarsih, S., & Suantoko. (2026). DEKONSTRUKSI REPRESENTASI KEMATIAN DALAM LAGU “O, TUAN” KARYA FEAST: KAJIAN SEMIOTIK JACQUES DERRIDA. Journal of Community Service, 8(1), 98-112. https://doi.org/10.56670/jcs.v8i1.411