SARKASME PADA KANAL YOUTUBE TEOTOK KARYA BETO DAN BILAL, SINDIRAN KERAS BERBALUT TAWA
Abstract
Penelitian ini membahas penggunaan sarkasme sebagai gaya bahasa sindiran dalam konten kanal YouTube Tekotok karya Beto dan Bilal. Sarkasme dalam media digital semakin berkembang sebagai bentuk komunikasi yang tidak hanya berfungsi untuk menghibur, tetapi juga menyampaikan kritik sosial secara kreatif. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis tuturan dalam beberapa video Tekotok untuk mengidentifikasi jenis sarkasme, strategi bahasa, serta fungsi sosial yang muncul dalam dialog. Data dikumpulkan melalui teknik tonton, transkrip, dan catat dengan fokus pada segmen video yang memuat unsur ironi, hiperbola, metafora, dan bentuk pertentangan makna lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa sarkasme dalam kanal Tekotok muncul melalui penggunaan diksi sehari-hari, humor situasional, dan hiperbola ekstrem seperti “kolam renang dari beras” atau “AC monnya ada 10”. Sarkasme berfungsi sebagai media kritik terhadap perilaku konsumtif, kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pola pikir tidak logis yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memperlihatkan bahwa humor sarkastik menjadi strategi efektif untuk menyisipkan pesan moral tanpa menimbulkan pertentangan, sejalan dengan teori gaya bahasa Keraf (1971) serta temuan penelitian sebelumnya mengenai sarkasme di media digital. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa sarkasme dalam kanal Tekotok bukan sekadar hiburan, melainkan alat refleksi sosial yang mampu membangun kesadaran kritis penonton melalui tawa dan sindiran.
References
Attardo, S. (2000). Irony and humor in pragmatics. Amsterdam: John Benjamins.
Attardo, S. (2017). The linguistics of humor. Annual Review of Linguistics, 3, 25–44.
Attardo, S., & Raskin, V. (1991). Script theory of humor. Humor, 4(3–4), 293–348.
Baym, N. (2015). Personal connections in the digital age. London: Polity Press.
Burgers, C., Konijn, E. A., & Steen, G. J. (2016). Figurative language in humor. Humor: International Journal of Humor Research, 29(3), 273–294.
Burgess, J., & Green, J. (2018). YouTube: Online video and participatory culture. Cambridge: Polity Press.
Chaer, A. (2011). Tata bahasa praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Clark, H. (1996). Using language. Cambridge: Cambridge University Press.
Colston, H. L. (2007). Irony, sarcasm, and situational discrepancies. Pragmatics & Cognition, 15(1), 51–82.
Crystal, D. (2011). Internet linguistics: A student guide. London: Routledge.
Cutting, J. (2002). Pragmatics and discourse: A resource book for students. London: Routledge.
Dewi, P. M., Pratiwi, D. A., & Kusuma, A. G. (2022). Analisis gaya bahasa sarkasme pada media sosial Twitter. Jurnal Ilmiah Kebahasaan, 12(1), 45–56.
Dynel, M. (2013). Irony and humor on social media. Journal of Pragmatics, 54, 68–86.
Dynel, M. (2020). Memes and sarcasm in online environments. Pragmatics & Society, 11(2), 250–271.
Gibbs, R. W. (2000). Irony in talk among friends. Metaphor and Symbol, 15(1–2), 5–27.
Grice, H. P. (1975). Logic and conversation. In P. Cole & J. Morgan (Eds.), Syntax and Semantics (Vol. 3, pp. 41–58). New York: Academic Press.
Herring, S. C. (2013). Discourse in Web 2.0: Familiar, reconfigured, and emergent. In D. Tannen & A. Tester (Eds.), Discourse 2.0. Washington, DC: Georgetown University Press.
Holmes, J. (2006). Sharing a laugh: Pragmatic aspects of humor. Journal of Pragmatics, 38(1), 26–45.
Keraf, G. (1971). Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: Gramedia.
Keraf, G. (2008). Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: Gramedia.
Kuipers, G. (2006). Good humor, bad taste: A sociology of humor. Berlin: Mouton de Gruyter.
Kuipers, G. (2008). The sociology of humor. In B. S. Turner (Ed.), The SAGE handbook of social theory (pp. 361–376). London: SAGE.
Leech, G. (1983). Principles of pragmatics. London: Longman.
Martin, R. A. (2007). The psychology of humor. Burlington: Elsevier.
Noermanzah. (2017). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam aktivitas sosial. Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 15–22.
Norrick, N. R. (1993). Conversational joking. Journal of Pragmatics, 20(2), 123–130.
Puspita Maha Dewi, D. A., Pratiwi, D., & Kusuma, A. G. (2022). Analisis gaya bahasa sarkasme dalam interaksi digital. Jurnal Ilmiah Kebahasaan, 12(1), 45–56.
Setyangga, E. B., dkk. (2023). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam konteks sosial. Jurnal Pendidikan Bahasa, 5(2), 112–121.
Shifman, L. (2014). Memes in digital culture. Cambridge: MIT Press.
Sperber, D., & Wilson, D. (1995). Relevance: Communication and cognition. Oxford: Blackwell.
Wahyuni, S., Amilia, R., & Suaedi. (2023). Bentuk dan fungsi sarkasme dalam interaksi media sosial. Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(2), 155–167.
Wahyuni, A. R., dkk. (2025). Fungsi sarkasme dalam komentar digital. Jurnal Komunikasi Modern, 3(1), 22–34.


















