ANALISIS STRATEGIS MASUKNYA VINFAST KE PASAR KENDARAAN LISTRIK (EV) DI INDONESIA SEJAK 2024
Abstract
Transisi global menuju kendaraan listrik (Electric Vehicles/EVs) telah mendorong disrupsi struktural dalam industri otomotif, di mana persaingan semakin bergeser dari diferensiasi produk menuju inovasi model bisnis dan strategi penetapan harga. Di Indonesia, meskipun pasar EV didukung oleh populasi besar dan kebijakan pemerintah yang proaktif, tingkat penetrasi masih relatif rendah akibat tingginya harga pembelian awal dan kekhawatiran konsumen terhadap risiko baterai. Kondisi ini menciptakan tantangan strategis bagi pendatang baru seperti VinFast yang memasuki pasar tanpa keunggulan skala produksi maupun posisi merek yang mapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara strategis masuknya VinFast ke pasar kendaraan listrik Indonesia dengan menelaah peran model Battery-as-a-Service (BaaS) sebagai instrumen penetapan harga strategis dalam mendukung pencapaian keunggulan biaya. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif berbasis data sekunder yang bersumber dari literatur akademik, laporan industri, kebijakan publik, dan publikasi perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman VinFast, serta Porter’s Five Forces untuk mengevaluasi intensitas persaingan industri EV di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa VinFast menggunakan strategi market entry yang berfokus pada rekayasa struktur harga dan model kepemilikan melalui BaaS sebagai strategic pricing tool, yang diperkuat oleh pendekatan ecosystem-led market entry melalui layanan taksi listrik. Namun, keberlanjutan strategi ini sangat bergantung pada kesiapan ekosistem, stabilitas regulasi, dan kemampuan perusahaan mengelola risiko finansial jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi pada literatur strategi dengan mengaitkan cost leadership, inovasi model bisnis, dan analisis industri dalam konteks pasar EV di negara berkembang.
References
Databoks Katadata. (2024a). Survei Kompas: Banyak orang tak berminat beli kendaraan listrik. https://databoks.katadata.co.id/transportasi-logistik/statistik/66a9e0a3bbedc/survei-kompas-banyak-orang-tak-berminat-beli-kendaraan-listrik
Databoks Katadata. (2024b). Penjualan mobil listrik kuartal I 2024 lebih kuat dari tahun lalu. https://databoks.katadata.co.id/transportasi-logistik/statistik/962c6d07a39195b/penjualan-mobil-listrik-kuartal-i-2024-lebih-kuat-dari-tahun-lalu
Databoks Katadata. (2025). Ini jumlah infrastruktur kendaraan listrik pada 2024. https://databoks.katadata.co.id/transportasi-logistik/statistik/67ad5a23516d4/ini-jumlah-infrastruktur-kendaraan-listrik-pada-2024
Febrianto, A., Suef, M., Hakim, M. S., & Sari, D. K. (2025). Key factors for electric vehicle business in Indonesia: Challenges, opportunities and sustainability. Transportation Research Interdisciplinary Perspectives, 23, Article 101148. https://doi.org/10.1016/j.trip.2025.101148
Hakam, A., et al. (2024). [EV adoption and market barriers in Indonesia: Comparative analysis]. (Detail lengkap belum ditemukan; cari di Google Scholar untuk jurnal spesifik).
Lazuardy, et al. (2024). Unlocking the acceleration of electric vehicles (EVs) in Indonesia. Proceedings of the System Dynamics Society, ahead-of-print. https://proceedings.systemdynamics.org/2025/papers/P1182.pdf
Luo, Y., & Tung, R. L. (2007). International expansion of emerging market enterprises: A springboard perspective. Journal of International Business Studies, 38(4), 481–498. https://doi.org/10.1057/palgrave.jibs.8400275
Porter, M. E. (1985). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. Free Press.
Rofiah, et al. (2025). Consumer behavior and the adoption of electric vehicle in Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 3(2). https://ejournal.uinsalatiga.ac.id/index.php/jiem/article/view/4393

















