KOMITMEN PERNIKAHAN, KEMATANGAN EMOSI DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA SUAMI YANG MEMILIKI ISTRI BEKERJA

  • Ika Yulisa Universitas Gunadarma
Keywords: Kepuasan Pernikahan, Komitmen Pernikahan, Kematangan Emosi, Pasangan Yang Memiliki Istri Bekerja

Abstract

Setiap individu yang telah menikah pasti mengharapkan pernikahan yang bahagia, oleh karena itu untuk mencapai pernikahan yang bahagia salah satu faktor yang memengaruhi kebahagian dalam pernikahan adalah kepuasan pernikahan. Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan salah satu nya adalah komitmen pernikahan dan kematangan emosi. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil empiris mengenai pengaruh komitmen pernikahan dan kematangan emosi terhadap kepuasan pernikahan pada suami yang memiliki istri bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan skala kepuasan pernikahan dari Humaira (2018) yang memiliki nilai koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,828, Skala Komitmen pernikahan dari Yulisa (2020) yang memiliki nilai koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,988 dan Skala kematangan emosi dari Singh dan Bhargava (Kathuria 2014)Uji reliabilitas skala kematangan emosi menghasilkan koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,954.

References

Adam, Sumitro. 2012. Hubungan Antara Kematangan Emosi Dengan Problem Focused Coping Mahasiswa Di Ma’had Putra Sunan Ampel A – Ali. (Skripsi tidak diterbitkan). Malang: Universitas Islam Negeri Malang.
Adams, M. J., & Jones, W. H. (1999). Handbook of interpersonal commitment and relationship stability. New York: Springer Science-Business Media.
Adhim, M. F. (2002). Indahnya pernikahan dini. Jakarta: Gema Insani Press.
Aulia, N. (2010). Pengaruh Kematangan Emosi dan Usia saat Menikah terhadap Kepuasan Pernikahan pada Dewasa Awal. (Skripsi tidak diterbitkan). Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Boseke, R.O. (2015). Hubungan anatara komitmen pernikahan dengan kepuasan pernikahan pada istri yang ditinggal suami bekerja diluar kota.(Skripsi tidak diterbitkan). Salatiga : Universitas Kristen Satya Wacana.
Dariyo, A. (2004). Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor: Ghalia Indonesia.
Etiawati. (2009). Karier, Rumah Tangga, Atau Karier dan Rumah Tangga? (Edisi Maret 2009). Jakarta: Tabloid Penabur Jakarta.
Firouzabadi, M. B., & Hakami, M., & Mohsen, M. (2011). The Impact of Emotional Matururity Factors on Prediction Marital Satisfaction Among Nurses in Karaj, Earllier title: US China Education Review, ISSN 1548-6613. Iran: David Publishing.
Gullota, Thomas P, Adams, Gerald R dan Alexander, Sharon J. (1986). Today’s marriage and families: A wellness approach. California: Brooks / Cole Publishing Co.
Hapsari, R.T. (2018). Religiusitas Islam dan kepuasan pernikahan pada suami istri di Kabupaten Sleman. (Skripsi tidak diterbitkan). Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Haq, I. (2017). Pengaruh Kematangan Emosi Terhadap Kepuasan Pernikahan. (Skripsi tidak dipublikasi). Universitas Muhammadiyah Malang.
Humaira, H. (2018). Komunikasi Interpersonal dan kepuasa pernikahan pada pasangan baru menikah. (skripsi tidak diterbitkan). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Hurlock, E. B. (2004). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Hurlock, Elizabeth, B. (2000). Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Terjemahan. (edisi kelima). Jakarta: Erlangga.
Jaisri, M., & Joseph, M. I. (2013). Marital Adjustment and Emotional Maturity among Dual-Career Couples. Journal of Psychology. 1(2), 77-84.
Johnson, P.M., Caughlin, P.J., & Houston, L.T. (1999). The triape nature of marital commitment : personal, mora, and structural reason to stay married. Journal of Marriage and Family, 61, 160-177.
Kafabi, A. (2012). Hubungan Antara Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Diri Pada Siswa Kelas VII SMPN 1 Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. (Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Universitas Islam Negeri Malang.
Khalatbari, J. et al. (2013). The Relationship between Marital Satisfaction (Based on Religious Criteria) and Emotional Stability. Journal social and behavioral science. 84, 869-873.
Mosavi, S., & Iravani, M. (2012). A study on relationship between emotional maturity and marital satisfaction. Management Science Letters, 2(3), 927-932.
Naimah, D. M. (2015). Pengaruh Kematangan Emosi Terhadap Kepuasan Pernikahan Pada Pasangan Usia Dewasa Tengah. (Skripsi tidak dipublikasi): Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Nugraha, A.W.S. (2017). Hubungan antara materialisme dengan kepuasan pernikahan pada individu suami istri.(Skirpsi tidak diterbitkan). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Nurhikmah, Wahyuningsih, H & Kusumaningrum,F.A.(2018). Kepuasan pernikahan dan kematangan emosi pada suami dengan istri bekerja. Jurnal pemikiran dan penelitian Psikologi, 23(1) 52-60.
Nurpratiwi, A. (2010). Pengaruh Kematangan Emosi dan Usia Saat Menikah Terhadap Kepuasan Pernikahan Pada Dewasa Awal. (Skripsi tidak dipublikasi) : Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development, Edisi 10, Perkembangan Manusia (Buku 2), diterjemahkan oleh Marwensdy, B. Jakarta: Salemba Humanika.
Paputungan. F. (2013). Kepuasan Pernikahan Suami yang Memiliki Istri Berkarir. Naskah Publikasi.
Pujiastuti, E & Retnowati, S. (2004). Kepuasan Pernikahan dengan Depresi pada Kelompok Wanita Menikah yang Bekerja dan yang Tidak Bekerja. Humanitas: Indonesian Psychologycal Journal. Vol. 1(2): 1-9.
Pusparisa, Y. (2020). Perempuan mendominasi tenaga kerja usaha kerja. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/10/14/perempuan-mendominasi- tenaga-kerja-usaha-jasa. diakses pada tanggal 20 Januari 2021.
Putri. A.Y.D. (2018). Kematangan emosi dan kepuasan pernikahan pada istri yang menjalani pernikahan jarak jauh. (Skripsi Tidak dipublikasi). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Robinson, L.C & Blanton, P. W. (1993). Material Strengths In Enduring Marriages. Journal of Family Relations, Volume 42, (38-4).
Saffarpour. A., & Sharifi. A. (2013). Comparing Emotional Maturity and Marital Men Having Healthy and Unhealthy Inference from Their Familly-of-Origin in Tehran Oil Company. Life Science Journal. 10(7s). 152-159.
Santrock, J. W. (2011). Life-Span development: Perkembangan masa-hidup. edisi 13. jilid 1. alih bahasa: widyasinta benedictine. Jakarta: Erlangga.
Singh Y, B. M (1988). Emotional Maturity Scale. New Delhi: Psychoeducational testing Centre.
Tjaja, R. P. (2000). Wanita bekerja dan implikasi sosial. https://www.bappenas.go.id/files/6513/5228/3053/ratna 20091015151137 2386 0.pdf. Diakses pada tanggal 19 Agustus 2019.
Walgito, B. (2004). Bimbingan dan konseling perkawinan. Yogyakarta: Andi Ofset.
Wismanto, YB. (2004). Kepuasan perkawinan : ditinjau dari komitmen perkawinan, kesediam berkorban, penyesuaian diri, kesetaraan pertukaran dan persepi terhadap perilaku pasangan. Disertasi. Yogyakarta: Program Pascasarjana-Universitas Gadjah Mada.
Yulisa, Ika. (2020). Hubungan komitmen perkawinan dengan perilaku selingkuh pada wanita yang bekerja. (Skripsi tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas Gunadarma.
Published
2024-02-16
How to Cite
Ika Yulisa. (2024). KOMITMEN PERNIKAHAN, KEMATANGAN EMOSI DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA SUAMI YANG MEMILIKI ISTRI BEKERJA. Journal of Social and Economics Research, 5(2), 1798-1808. https://doi.org/10.54783/jser.v5i2.289