PERAN EDUKASI DALAM SINERGI WISATA KONSERVASI PADA AQUARIUM INDONESIA DI KABUPATEN PANGANDARAN
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran edukasi dalam memperkuat sinergi wisata konservasi di Aquarium Indonesia Kabupaten Pangandaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur kepada pengelola dan pengunjung, dokumentasi, serta studi literatur. Data dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interpretasi berupa papan informasi, koleksi biota, media digital interaktif, serta pendampingan oleh pemandu edukasi berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman pengunjung mengenai keanekaragaman hayati, status konservasi spesies, dan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem perairan. Integrasi antara aktivitas edukasi dan pengalaman wisata memberikan nilai tambah terhadap kualitas kunjungan sekaligus memperkuat fungsi aquarium sebagai sarana konservasi dan pembelajaran lingkungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media interpretasi yang inovatif, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pemerintah daerah merupakan strategi yang dapat mendukung pengembangan wisata konservasi secara berkelanjutan di Aquarium Indonesia Kabupaten Pangandaran.
References
Abdurrahman, U., Iskandar, Z. S., Subiyanto, S., Maqbul, I., Alina, D. N., & Ismail, M. R. (2025). Land Cover Changes of Pangandaran: Revealing the Tourism Attraction Impact on Coastal Urban Expansion. International Journal of Research in Community Services, 6(2), 59-71.
Ballantyne, R., Hughes, K., Lee, J., Packer, J., & Sneddon, J. (2021). Facilitating zoo and aquarium visitors' adoption of environmentally sustainable behaviour: Developing a values-based interpretation matrix. Tourism Management, 84, Article 104243. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2020.104243
Daruhadi, G. (2024). Phenomenological method as a theoretical basis of qualitative methods. International Journal of Social Health, 3(9), 599-613. https://doi.org/10.58860/ijsh.v3i9.238
Falk, J. H., Reinhard, E. M., Vernon, C. L., Bronnenkant, K., Heimlich, J. E., & Deans, N. L. (2019). Why zoos and aquariums matter: Assessing the impact of a visit. Association of Zoos and Aquariums.
Prawira, M. F. A., Prawira, A. B. A., & Susanto, E. (2024). Community Empowerment on Sustainable Outdoor Recreation in Pangandaran Tourist Destination. Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan, 15(4).
Ham, S. H. (2013). Interpretation: Making a difference on purpose. Fulcrum Publishing.
Moss, A., Jensen, E., & Gusset, M. (2017). Evaluating the contribution of zoos and aquariums to Aichi Biodiversity Target 1. Conservation Biology, 31(3), 537–544.
Newsome, D., Moore, S. A., & Dowling, R. K. (2013). Natural area tourism: Ecology, impacts and management. Channel View Publications.
Orams, M. B. (2016). Marine tourism: Development, impacts and management. Routledge.
Packer, J., & Ballantyne, R. (2016). Conceptualizing the visitor experience: A review of literature and development of a multifaceted model. Visitor Studies, 19(2), 128–143.
Sahidin, A., Lestari, V., Baihaqi, F., Yustiati, A., Maulina, I., Rostini, I., ... & Sriwijayanti, L. A. (2025). Marine Macroalgae Biodiversity in the Pangandaran Coastal, Indonesia. Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries, 29(1).
Schilbert, J. (2023). Learning outcomes measured in zoo and aquarium conservation. Conservation Biology, 1–13. https://doi.org/10.1111/cobi.13891
United Nations World Tourism Organization. (2018). Tourism and the sustainable development goals: Journey to 2030. World Tourism Organization.
Wang, J., Dewancker, B., Li, M., & Zhou, Y. (2021). The Impact of Environmental Education on Tourists' Responsible Environmental Behavior in Seaside Scenic Spots. Journal of Asian Urban Environment, 2021(1), 347.
Yulianda, F. (2019). Ekowisata perairan: Konsep dan pengelolaan. Bogor: IPB Press.

















