FENOMENA MULTIPLE ACCOUNT INSTAGRAM PADA MAHASISWA HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KOMUNIKASI DIGITAL
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena penggunaan multiple account di media sosial Instagram pada mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital Universitas Negeri Jakarta angkatan 2024. Sebagai generasi digital native, mahasiswa cenderung melakukan segmentasi audiens untuk memisahkan representasi diri secara profesional dan personal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap enam informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman serta dikorelasikan dengan teori Johari Window. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa memiliki empat akun Instagram dengan fungsi yang berbeda. Akun pertama digunakan sebagai tempat personal branding (open area), akun kedua dan ketiga digunakan sebagai tempat ekspresi diri yang lebih personal (hidden area), serta akun tambahan lainnya sebagai arsip atau kebutuhan lain. Temuan mengungkapkan adanya pola hubungan terbalik antara jumlah pengikut dan tingkat kepercayaan, di mana semakin sedikit pengikut di suatu akun, semakin tinggi tingkat keterbukaan diri pemilik akun. Meskipun menampilkan sisi diri yang berbeda di tiap akun, mahasiswa tetap memaknai representasi tersebut sebagai bagian dari identitas asli mereka yang disesuaikan dengan konteks audiens digital.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena penggunaan multiple account di media sosial Instagram pada mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital Universitas Negeri Jakarta angkatan 2024. Sebagai generasi digital native, mahasiswa cenderung melakukan segmentasi audiens untuk memisahkan representasi diri secara profesional dan personal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap enam informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman serta dikorelasikan dengan teori Johari Window. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa memiliki empat akun Instagram dengan fungsi yang berbeda. Akun pertama digunakan sebagai tempat personal branding (open area), akun kedua dan ketiga digunakan sebagai tempat ekspresi diri yang lebih personal (hidden area), serta akun tambahan lainnya sebagai arsip atau kebutuhan lain. Temuan mengungkapkan adanya pola hubungan terbalik antara jumlah pengikut dan tingkat kepercayaan, di mana semakin sedikit pengikut di suatu akun, semakin tinggi tingkat keterbukaan diri pemilik akun. Meskipun menampilkan sisi diri yang berbeda di tiap akun, mahasiswa tetap memaknai representasi tersebut sebagai bagian dari identitas asli mereka yang disesuaikan dengan konteks audiens digital.
References
Arifa, M., & Sari, R. P. (2023). Konsep Diri dan Pengungkapan Diri Laki-Laki dalam Multi Account Instagram. Jurnal Mahasiswa Komunikasi Cantrik, 3(1). https://doi.org/10.20885/cantrik.vol3.iss1.art3
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2025). Survey Internet APJII 2025. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia - Survei. Retrieved April, 2026, from https://survei.apjii.or.id/
Aulia, K. P., Ramadhani, S. P., & Agitashera, D. (2025). PENGGUNAAN SECOND ACCOUNT INSTAGRAM SEBAGAI RUANG AMAN UNTUK PRESENTASI DIRI GEN Z. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(2). https://jurnal.akmrtv.ac.id/jik/article/view/409
Bahri, F. N., Putri, A. A., & Harahap, F. A. F. (2026). Analisis Perspektif Eclipse of Reason Max Horkheimer terhadap Fenomena Echo Chamber. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 4(1). https://doi.org/10.61132/jbpai.v4i1.1805
Cinelli, M., Morales, G. D. F., Galeazzi, A., Quattrociocchi, W., & Starnini, M. (2021). The echo chamber effect on social media. Proceedings of the national academy of sciences, 118(9). https://doi.org/10.1073/pnas.2023301118
Digital 2026: Top digital and social media trends in Indonesia. (2025, November 11). Digital 2026: Top digital and social media trends in Indonesia. We Are Social. Retrieved April, 2026, from https://wearesocial.com/id/blog/2025/11/digital-2026-top-digital-and-social-media-trends-in-indonesia/
Fadli, M. (2024). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). 44-62.
Hakim, H. I., Maura, G., Polin, I., & Irwansyah, I. (2024). Pemanfaatan Media Sosial Instagram Sebagai Media Informasi Bagi Kalangan Generasi Z. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(24.2).
Hamandia, M. R., Dionaldi, & Ajisaka, M. (2025). SECOND ACCOUNT INSTAGRAM SEBAGAI RUANG EKSPRESI GENERASI MILENIAL. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(4). https://doi.org/10.9963/2pb3kc96
Hansari, H. (2025, May 19). Mengenal Gen Z, Generasi Rawan Depresi hingga Si Paling Self Reward - News and Press Release. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kota Baru. Retrieved Maret 31, 2026, from https://kotabarukab.bps.go.id/en/news/2025/05/19/345/mengenal-gen-z-generasi-rawan-depresi-hingga-si-paling-self-reward.html
Hasan, H., Bora, M. A., Afriani, D., Artiani, L. E., Puspitasari, R., Susilawati, A., Dewi, P. M., Asroni, A., Yunesman, Y., Merjani, A., & Hakim, A. R. (2025). Metode Penelitian Kualitatif BAB. 101.
Huang, X., & Vitax, J. (2022). Finsta gets all my bad pictures": Instagram Users' Self-Presentation Across Finsta and Rinsta Accounts. Proceedings of the ACM on Human-Computer Interaction, 6((CSCW1)), 1-25.
Nasir, A., Nurjana, Shah, K., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Pendekatan Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5).
Nurachma, R. (2024). Bibliografi Nasional Indonesia terhadap Generasi Z. Majalah Biola Pustaka, 2(2).
Permana, I. P. H., & Sutedja, D. M. (n.d.). Analisis Perilaku Pengguna Akun Kedua di Media Sosial Instagram. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(4), 1195-1204.
Ridwan, M. S. (2025). Fenomena Akun Alter sebagai Privacy Life Seseorang dalam Bermedia Sosial Instagram. Multikultural: Jurnal Ilmu Sosial, 3(1). https://doi.org/10.20527/multikultural.v3i1.530
Rivaldi, A., Feriawan, F. U., & Nur, M. (2023). METODE PENGUMPULAN DATA MELALUI WAWANCARA. Sebuah Tinjauan Pustaka, 16.
Sawaki, M. R., & Wahyuni, J. (2025). Sawaki, M. R., & Wahyuni, J. (2025). Analisis Self-Disclosure Pada Akun Kedua Instagram di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. The Commercium, 9(1), 521-535.
Septiani, N. N., Khoiriyah, Z., & Shaleh. (2024). METODE PENELITIAN STUDI KASUS DALAM PENDEKATAN KUALITATIF. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(4).
Shinta, A., & Putri, K. Y.S. (2022). Penggunaan Multiple Account Media Social Instagram sebagai Dramaturgi Pada Perempuan Milenial. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(2). https://doi.org/10.21009/COMMUNICOLOGY.030.04
Sokowati, M. E., & Manda, S. (2022). Multiple Instagram Accounts and the Illusion of Freedom. Komunikator, 14(2), 127-136.
Sumiyati, & Mulyati, Y. (2025). Digitalisasi Sastra Indonesia: Demokratisasi Akses atau Dehumanisasi Pembacaan? Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(3), 2784-2797.
Tandres, H., & Winduwati, S. (2024). Pengelolaan Self-disclosure Generasi Z melalui Penggunaan Multiple Accounts di Instagram. Koneksi, 8(1), 233-244. https://doi.org/10.24912/kn.v8i1.27659
Tatasari, T., Ambadar, R. T., & Agustin, N. A. F. (2025). PENGARUH KONTEN DIGITAL TERHADAP GENERASI Z DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN DIGITAL NATIVE DI KOTA SURABAYA. Social Sciences Journal, 3(1), 59-66. https://doi.org/10.59971/ssj.v3i1.185
Taufik, C. M. (2026). ECHO CHAMBER DAN FENOMENA TERBENTUKNYA KOMUNIKASI HOMOGEN. KOMUNIKA BANGSA, 3(2), 1-12. https://doi.org/10.31848/kosa.v3i2.4553
Winduwati, S., & Irena, L. (2024). Dramaturgy and the Phenomenon of Instagram Multi-Account Usage Among Gen Z in Bali. Jurnal Komunikasi, 16(2), 525-537.
Yoanita, D., Chertian, V. G., & Ayudia, P. D. (2022). Understanding gen z's online self-presentation on multiple Instagram accounts. Jurnal Studi Komunikasi, 6(2), 603-616. https://doi.org/10.25139/jsk.v6i2.4922

















