DIFFERENCES IN SELF-ESTEEM IN ADOLESCENTS WITH INTACT AND BROKEN HOMES
Abstract
Self-esteem represents an individual’s evaluative judgment of personal worth and competence and constitutes a critical element in adolescent psychological development. Variations in family structure, particularly between intact and non-intact families, are assumed to influence the formation of adolescents’ self-esteem. This study aimed to examine differences in self-esteem levels among adolescents aged 11–19 years originating from these two family backgrounds using a quantitative approach with a comparative design. Participants were selected through purposive sampling, and data were collected using the Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI). Comparative statistical analysis was applied to determine whether significant differences existed between groups. The findings indicated that adolescents from non-intact families tended to exhibit lower self-esteem than those from intact families, with disparities observed in perceived strengths, sense of importance, kindness, and abilities. These results suggest that family integrity contributes substantially to the development of adolescent self-esteem, underscoring the importance of familial and environmental support in enhancing self-confidence, particularly for adolescents from broken families.
References
Ananda, P., & Nurfarhanah. (2025). Gambaran self-esteem siswa dari keluarga broken home dan implikasinya dalam pelayanan. Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia, 5(5), 5277–5292. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i5.7023
Apriyadi, A. (2023). Hambatan pelaksanaan bimbingan konseling di Madrasah Aliyah (Studi MA Al-Ali dan Bahrul Huda Kecamatan Sungaiselan). Counselle: Journal of Islamic Guidance and Counseling, 3(1), 60–74. https://doi.org/10.32923/couns.v3i1.3392
Azhari, A., et al. (2023). Mixed methods dalam penelitian sosial. Jurnal Metodologi, 5(2), 123–135.
Bowlby, J. (1988). A secure base: Parent-child attachment and healthy human development. Basic Books.
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Coopersmith, S. (1967). The antecedents of self-esteem. W. H. Freeman.Fadilah, S. R., & Prasetya, A. F. (2026). Layanan konseling cognitive behavior therapy (CBT) dalam menangani permasalahan psikologis anak broken home: A systematic literature review. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 12(1), 193–204.
Fathonah, D., Hendriana, H., & Rosita, T. (2020). Gambaran self esteem siswa dari keluarga broken home di SMAN 1 Ciwidey. FOKUS: Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 3(4), 129–139.
Jannah, A. D. S. M., Winingsih, E., & Naqiyah, N. (2025). Strategi coping anak broken-home dalam menghadapi tekanan. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 11(2), 275–285. https://doi.org/10.31602/jbkr.v11.i2.20761
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer. Liwa, S. N., Handayani, P. G., Taufik, T., Putriani, L., & Putra, A. H. (2025). Self-esteem remaja broken home ditinjau dari jenis kelamin. Counseling & Humanities Review, 5(1), 151–158.
Mahnunin, J., & Ridjal, T. (2021). Identifikasi tingkah laku siswa dari keluarga broken home (Studi kasus tentang keluarga broken home dan tingkah laku siswa MTs). 4(1).
Mu’min, H. (2024). Implementasi layanan bimbingan konseling individu dengan pendekatan cognitive behaviour therapy (CBT) (Studi kasus anak broken home SMAN 9 Kota Bengkulu). 1.
Nur, H., & Daulay, N. (2020). Dinamika perkembangan remaja. Kencana.
Nurjanah, H., Iqbal, A. M., & Sukmawati, I. (2023). Peran orang tua dan guru dalam pengembangan karakter anak. 1(1).
Nuryani, D., Syafi’i, S., Susanto, B., & Hidayati, A. (2023). Pengaruh permasalahan broken home terhadap self-esteem dan motivasi belajar siswa di SMP Muhammadiyah Rongkop. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(12), 1339–1347. https://doi.org/10.59141/japendi.v4i12.2547
Salsabila, S. A., Rohmah, S., & Larasati, A. P. (2025). Literatur review: Konseling kelompok untuk meningkatkan harga diri remaja. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 11(1).
Sitompul, Y., & Widiastuti, M. (2022). Dampak keluarga broken home terhadap peserta didik yang mengalami kesulitan berkonsentrasi. 1.
Sugiarti, T., & Sos, S. (2023). Pengaruh self esteem dan impostor syndrome terhadap kecemasan akademis mahasiswa. Penerbit P4I.
Sulistyowati, T., Kumalasari, L. D., & Afryliani, I. W. (2020). Pola interaksi sosial pada anggota keluarga broken home (Studi interaksi anak korbanperceraian dengan anggota keluarga di Kelurahan Ronggomulyo Kabupaten Tuban). Jurnal Perempuan dan Anak (JPA), 3(1).
Syahrizal, S., & Jailani, J. (2023). Validitas dan reliabilitas dalam pengukuran kuantitatif. Jurnal Statistika Terapan, 7(2), 55–70.
Wardi, M., Wahyudi, H. F., Musyfiquddin, M., & Hidayati, N. (2025). Pendampingan siswa korban broken home melalui penerapan CBT (Cognitive Behavior Therapy) untuk meningkatkan kedisiplinan di MA Al-Wathan Larangan Perreng. BHAKTI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 200–211.
Yudistira, H., & Veri, J. (2025). Systematic literature review dengan metode PRISMA: Efektivitas komunikasi profesional dalam penyusunan dan penyampaian strategi manajemen sumber daya manusia di era digital. 4(3).

















