MODIFIKASI CONTACT FINGER DISCONNECTING SWITCH (DS) 500 KV GARDU INDUK TEGANGAN EKSTRA TINGGI LENGKONG
Abstract
Gardu Induk merupakan sub sistem dari sistem penyaluran/transmisi tenaga listrik. Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Lengkong beroperasi sejak tahun 2019, salah satu peralatan yang terpasang adalah Disconnecting Switch (DS) atau Pemisah Tegangan yang beroperasi tahun 2019. Pada tahun 2022 mulai banyak ditemukan hot spot pada tipe DS tersebut yang diakibatkan oleh defect (cacat) pada contact finger. Perbaikan hot spot pada contact finger DS telah beberapa kali dilakukan, namun kembali ditemukan anomali hot spot pada contact finger DS tipe tersebut dalam kurun waktu yang tidak lama setelah perbaikan. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada penampang kontak DS mempunyai bentuk yang tidak rata di setiap sisi kontaknya. Hal ini mengakibatkan daya hantar arus pada DS tersebut menjadi tidak optimal karena luas penampang kontak DS jadi tidak saling menempel sempurna, sehingga nilai tahanan kontaknya jadi naik. Tujuan dari penelitian ini adalah memodifikasi contact finger DS di GITET 500 kV Lengkong. Hasil dari modifikasi contact finger telah dipasang pada DS 7B2.1 Bay Gandul Sirkuit 2. Adapun motode penelitian yang digunakan dengan mengambil sumber informasi yang diperlukan, melakukan diskusi kepada Dosen pembimbing serta berbagai pihak yang ahli dalam bidangnya dan melakukan pengumpulan informasi secara langsung dilapangan. Manfaat dari penelitian yang dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan meluas yang berpotensi banyaknya energi yang tidak tersalurkan akibat kerusakan DS dan hasil modifikasi contact finger dapat diterapkan pada DS dengan merk dan tipe yang sama. Terdapat metode pengujian Tahanan Kontak dan Pengukuran Thermovisi untuk mengetahui kelayakan dari hasil modifikasi contact finger. Pengujian Tahanan Kontak pada contact finger modifikasi didapatkan dengan hasil yang baik, dibuktikan dengan nilai pengukuran terendah DS tersebut mengacu pada riwayat pemeliharaan yaitu 21 µΩ (pada hasil tes komisioning dengan hasil <120%). Pengukuran Thermovisi didapat dengan hasil yang baik, hal itu dibuktikan dengan nilai perbandingan suhu antar fasa tidak lebih dari suhu 15°C (mengacu pada buku pedoman pemeliharaan pemisah
References
Anwar, B. (2019). Penentuan Hot point menggunakan metode thermovisi pada Gardu induk 150kV Purwodadi. Surakarta: University Muhammadiyah Surakarta
Henriana, & Permata, E. (2022). Pemeliharaan dan Perbaikan Hot Spot (Titik Panas) Pada DS (Disconnecting Switch) Rel 2, Jurnal Penelitian Rumpun Ilmu Teknik (JUPRIT), vol. 1, no. 4, 93-104
Muliadi, Syukri, & Asyadi, T. M. (2022). Pengaruh Tingkat Kelembaban Terhadap Kinerja Pemisah (PMS) 150 kV Pada Gardu Induk, Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering, vol. 4, no. 1, 92-98
Multi, A., Mubarok, H., & Sugianto (2022). Analisis Hot spot Pada PMS Gardu Induk 150 KV Rawadenok Depok Menggunakan Metode Thermovision, Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi, vol. 32, no. 4, 19-28
Novalin, T. S., Rahmat, & Hidayat (2021). Analisis Pengujian Tahanan Kontak Disconnecting Switch atau PMS Terhadap Rugi Daya Penghantar di Gardu Induk Telukjambe, Jurnal Elektro Luceat, vol. 7, no. 1
PT PLN (Persero), (2014). Buku Pedoman Pemeliharaan Pemisah. Jakarta.
Putra, R. R. (2018). Thermovisi Dalam Melihat Hot Point Pada Gardu Induk 150 kV Palur. Surakarta: University Muhammadiyah Surakarta
Randi, D. A. (2020). Evaluasi Hasil Pemeliharaan Pemisah di Gardu Induk 150 kV Gondangrejo. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta
Yusniati, Nasution, E. S., & Pangestu, R. I. (2019). Analisis Kinerja Circuit Breaker Pada Sisi 150 kV Gardu Induk Lamhotma, Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK), 76-82


















