EFEK PENAMBAHAN BUBUK ADITIF RAIN RESISTANT SYSTEM TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR
Abstract
Mortar harus tahan terhadap penyerapan air serta kekuatan gesernya dapat memikul gaya–gaya yang bekerja pada mortar tersebut. RRS termasuk telah mengandung serat polypropilen untuk mencegah retakan garis rambut pada plester. RRS termasuk plasticizer yang berfungsi meningkatkan kemampuan workbility plester membuat aplikasi plester sangat mudah dan mengurangi limbah selama aplikasi seminimal mungkin. Penambahan bubuk RRS ke dalam mortar dapat meningkatkan kuat tekan mortar, namun pengaruhnya tergantung pada beberapa faktor, seperti: Berbagai jenis RRS memiliki komposisi bahan kimia yang berbeda, yang dapat mempengaruhi pengaruhnya terhadap kuat tekan mortar. Semakin tinggi kadar RRS yang ditambahkan, umumnya semakin tinggi pula peningkatan kuat tekan mortar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan bubuk Rain Resistant System terhadap kuat tekan dan daya serap air mortar. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi penambahan RRS sebesar 0%, 7%, 12%, dan 17%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya serap air mortar meningkat seiring dengan penambahan RRS: 21,2% [0%], 23,6% [7%], 27,4% [12%], dan 30,1% [17%]. Ini menunjukkan bahwa RRS efektif dalam mengurangi daya serap air mortar. Namun, pengaruh terhadap kuat tekan berbeda. Kuat tekan mortar dengan variasi 0% RRS meningkat dari 5,3 MPa [7 hari] hingga 8,0 MPa [28 hari]. Sebaliknya, pada variasi 7%, 12%, dan 17%, kuat tekan cenderung lebih rendah, misalnya 3,3 MPa [7%] dan 4,0 MPa [12%] pada umur 7 hari. Kesimpulannya, meskipun RRS dapat mengurangi daya serap air, penambahan yang berlebihan dapat menurunkan kuat tekan mortar. Penelitian ini memberikan panduan bagi pekerja bangunan dan masyarakat dalam penggunaan mortar yang lebih efisien.
References
Adi, R. Y. (2019). Kuat Tekan Mortar Dengan Berbagai Campuran Penyusun Dan Umur. 67–84.
Ali, M. S., & Walujodjati, E. (2022). Pengujian Kuat Tekan Mortar dengan Campuran Pasir Ladot. Jurnal Konstruksi, 19(1), 313–324. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.19-1.988
Calvindo, M., Muklim, M. E., & Sugiharto, H. (2019). Penggunaan Zat Aditif Polimer Produk X Mortar dengan Campuran Produk X Memiliki Nilai Penurunan Tingkat Porositas Mortar Hingga 16 % Dibandingkan dengan Mortar Biasa pada Umur 28 Hari. 8(2), 223–230.
Felix Wijaya, M., Olivia*, M., & Saputra, E. (2019). Kuat Tekan Mortar Geopolimer Abu Terbang Hybrid menggunakan Semen Portland. Jurnal Teknik, 13(1), 60–68. https://doi.org/10.31849/teknik.v13i1.2914
Hariawan, J. B. (2020). Pengaruh Perbedaan Karakterisktik Type Semen Ordinary Portland Cement ( OPC ) dan Portland Composite Cement ( PCC ) Terhadap Kuat Tekan Mortar.
Purwadana, A. A., & Saputra, R. W. (2022). Pengaruh Bahan Tambah Anti Retak Terhadap Kuat Tekan Dan Terjadinya Retak Pada Mortar ( The Effect Of Anti-Cracking Additional Materials on Strengthpress And Crack On The Mortar ). 6, 35–40.
Sam, A. H. (2021). Perbandingan Kuat Tekan Mortar Semen Berbahan Agregat Pasir Sungai Dan Pasir Pantai.
Suhaidi, E., Hijah, S. N., & Dewi, E. S. (2022). Analisa Penambahan Bubuk Aditif Rain Resistant System [RRS] Terhadap Paving Block. 1–7.
Sulianti, I., Indrayani, Subrianto, Agus, Amiruddin, Ferdinan, A., & Rudini, Juradil. (2022). Perbandingan Penambahan Serat Pada Mortar Normal Dan Mortar Geopolimer.
Utomo, B., & Nurjannah, S. A. (2021). Karateristik Mortar Polimer Epoxy Resin Dengan Fiberglass. 4247, 73–78.
Wenda, K., Zuridah, S., Hastono, B., Sipil, T., Teknik, F., Sipil, T., Teknik, F., Sipil, T., & Teknik, F. (2019). Pengaruh variasi komposisi campuran mortar terhadap kuat tekan. 1, 8–13.


















