PENGARUH VARIASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL BAJA ST 37 PADA MESIN FRAIS
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedalaman pemakanan dan variasi pahat terhadap tingkat kekasaran permukaan pembubutan dan milling baja karbon ST 37. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan laju pemakanan kontrol sebesar 33 mm/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kedalaman pemakanan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kekasaran permukaan. Semakin besar kedalaman pemakanan (1 mm, 1,25 mm, dan 1,5 mm), nilai kekasaran permukaan cenderung menurun. (2) Variasi pahat memengaruhi kekasaran permukaan. Pahat berbahan carbide menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang lebih rendah dibandingkan pahat berbahan HSS, dengan rata-rata kekasaran masing-masing sebesar 0,946 µm, 0,952 µm, dan 0,762 µm (carbide) dibandingkan dengan 1,790 µm, 1,003 µm, dan 0,598 µm (HSS). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan kedalaman pemakanan yang optimal dan penggunaan pahat carbide dapat meningkatkan kualitas hasil pembubutan dan milling baja karbon ST 37.
References
Adegbuyi, P., 2011. Analysing the effect of cutting fluids on the mechanical properties of mild steel in a turning operation. Am. J. Sci. Ind. Res. 2, 1– 10.
Daryanto. 2006. Mesin Perkakas Bengkel. Jakarta: Rineka Cipta.
Henry Dan Yusuf. (2019). Analisa Kekasaran Permukaan Terhadap Kekerasan Material Pada Proses Milling Dengan Variasi Kecepatan Feeding. Jurnal Teknik Mesin: Vol. 08, No.2, Juni 2019. ISSN 2549 – 2888
J.-S. Lee, “Evaluation of Surface Roughness of Metal and Alloy Material,” J. Mater. Sci. Chem. Eng., vol. 04, pp. 90–97, Jan. 2016, doi: 10.4236/msce.2016.41013
Kirono Dan Azhari. (2011) . Analisis Struktur Micro Material Baja Karbon Rendah (St 37) Sni Akibat Proses Bending. Jurusan Mesin, Universitas Muhammadiyah Jakarta
Krar, S. F. et al. 1987. Machine Tool Operations. London: International Student Edition
M. Auinger, P. Ebbinghaus, A. Blümich, and A. Erbe, “Effect of surface roughness on optical heating of metals,” J. Eur. Opt. Soc. - Rapid Publ., vol. 9, no. 0, Art. no. 0, Jan. 2014, doi: 10.2971/jeos.2014.14004.
Munadi, S. (1980). Dasar-dasar Metrologi Industri. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
Napid. (2023). Analisis Dan Efek Kecepatan Potong Pada Mesin Frais Terhadap Kekasaran Permukaan Termesin Dari Baja Stainless Steel Menggunakan Endmill Hss. jurnal.uisu.ac.id. Vol 19. No. 1.
Suharyadi, K., & Irfa’i, M. A. (2014). Pengaruh Jumlah Mata Sayat End Mill Cutter Menggunakan Kode Program G 02 dan G 03 Terhadap Kerataan Alumunium 6061 Pada Mesin CNC. JTM, 03(02), 293-298.
Rinaldi. (2022). Analisa Kekasaran Permukaan Proses Milling Alumunium Alloy Pada Pembuatan Rusuk V Heat Exchanger Terhadap Pengaruh Cairan Pendingin. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Http://Repository.Umsu.Ac.Id/Handle/123456789/18518
Rochim, T. (1993). Teori dan Teknologi Proses Pemesinan. Bandung: Proyek HEDS.
Yanuar, H., Syarief, A. and Kusairi, A. (2014 „Pengaruh Variasi Kecepatan Potong Dan Kedalaman Pemakanan Terhadap Kekasaran Permukaan Dengan Berbagai Media Pendingin Pada Proses Frais Konvensional‟, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Unlam, 03(1), pp. 27–33.
Zawidi, dkk. (2021). Analisis Kekasaran Permukaan Material St 37 Dan St 60 Pada Proses Milling. RING Mechanical Engineering, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin. Vol. 1, No. 1.


















