REINTERPRETASI KONSEP LOCAL WISDOM PADA ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL ACEH KECAMATAN GLUMPANG TIGA, KABUPATEN PIDIE
Abstract
Rumah tradisional Aceh, khususnya di Glumpang Tiga, Pidie, dikenal sebagai "Rumoh Aceh," adalah contoh arsitektur nusantara yang kaya akan filosofi dan simbolisme. Rumah ini mempertahankan bentuk rumah panggung tradisional dengan ruang-ruang khas seperti serambi depan (seuramo keu), kamar (juree), dan lorong antar kamar (rambat), serta mempertahankan ukiran khas Aceh sebagai bentuk kearifan lokal. Meskipun beberapa material telah diperbarui, elemen desain asli tetap dijaga sebagai simbol budaya. Rumah yang dibangun pada tahun 1964 ini diwariskan turun-temurun dan masih berfungsi sebagai ruang sosial untuk kegiatan adat seperti kenduri dan musyawarah keluarga. Desain rumah yang tinggi mencerminkan adaptasi masyarakat Aceh terhadap lingkungan, berfungsi untuk melindungi dari binatang buas, banjir, dan sebagai ruang penyimpanan hasil panen. Motif ukiran flora dan fauna menggambarkan kecintaan terhadap alam, sementara motif kaligrafi menunjukkan religiositas masyarakat. Pelestarian rumah tradisional ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan finansial dan kelangkaan tukang ahli (utoh), serta perubahan pola pikir masyarakat akibat modernisasi. Namun, Rumoh Aceh ini tetap dipertahankan oleh pemiliknya sebagai simbol identitas budaya dan kearifan lokal. Rumah ini menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisional dapat tetap bertahan di era modern, asalkan inti kebudayaannya dijaga. Upaya pemugaran dan peningkatan kesadaran akan pentingnya melestarikan rumah tradisional ini menjadi langkah penting dalam mempertahankan identitas lokal di tengah arus globalisasi.
References
Agusintadewi, N. K. (2016). Memaknai Kembali Kearifan Lokal Dalam Konteks Kekinian. Dalam Seminar Nasional Tradisi dalam Perubahan.
Amelia, F., Wulandari, E., & Nopera Rauzi, E. (t.t.). Identifikasi Ornamen pada Masjid Teungku Di Pucok Krueng dengan Pendekatan Semiotika.
Azzahra, F., & Sahriyadi. (2020). Transformation of function, form, zoning, circulation and material of Rumoh Aceh “study of Aceh traditional architecture in Montasik sub-district, Aceh Besar.” IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 821(1). https://doi.org/10.1088/1757-899X/821/1/012005
Bakhtiar, O. :, Waani, J. O., & Rengkung, J. (1858). Tipe Teori Pada Arsitektur Nusantara Menurut Josef Prijotomo (Vol. 11, Nomor 2).
Hasbi, R. M., Kearifan, K., Pada, L., Tradisional, A., & Aceh, R. (t.t.-a). KAJIAN KEARIFAN LOKAL PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL RUMOH ACEH.
Hasbi, R. M., Kearifan, K., Pada, L., Tradisional, A., & Aceh, R. (t.t.-b). Kajian Kearifan Lokal Pada Arsitektur Tradisional Rumoh Aceh.
Ihsan, M., Dafrina, A., & Aiyub, H. (2023). Application of The Traditional Architecture Concept of Aceh in BSI Facade, Lhokseumawe City. Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MICoMS), 3, 00032. https://doi.org/10.29103/micoms.v3i.191
Lokal Rumah Tradisional Aceh sebagai Warisan Budaya untuk Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami Hairumini, K., Liesnoor Setyowati, D., Budi Sanjoto, T., & Artikel, S. (2017). Journal of Educational Social Studies. Dalam 37 JESS (Vol. 6, Nomor 1). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jess
Lufika Tondi Fakultas Sians dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang, M., & Yulia Iryani, S. (2018). Nilai dan Makna Kearifan Lokal Rumah Tradisional Limas Palembang Sevagai Kriteria Masyarakat Melayu. Dalam Langkau Betang (Vol. 5, Nomor 1).
Maulin, S., & Zuriana, C. (2019). Makna Motif Ragam Hias Pada Rumah Tradisional Aceh di Museum Aceh: Vol. IV.
Novianti, Y., & Amalia, L. (2022). Ornamen Rumah Adat Aceh Utara dalam Terminologi Arsitektur The North Aceh Traditional Houses Ornaments in an Architecture Terminology (Vol. 6, Nomor 2).
Penggunaan Rumoh Aceh, P., Penggunaan Rumoh Aceh Sebagai Sumber Pembelajaran Geografi Terhadap Pemahaman Konsep Mitigasi Bencana, P., Satria Barona, C., Maryani, E., & Ruhimat Prodi Pendidikan Geografi SPs UPI, M. (t.t.). Cucut Satria Barona, dkk.
Sabila, F., & Handajani, R. P. (2014). Tipologi Tata Ruang Dalam Rumoh Aceh di Kawasan Mukim Aceh Lhee Sagoe. Dalam arsitektur e-Journal (Vol. 7, Nomor 1).
Sanyah, A., Simanjuntak, H., Tarbiyah, F., Keguruan, D., & Chintia, Y. (2022). Lokal Wisdom Untuk Solusi Masyarakat Global. Dalam Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial (Vol. 1, Nomor 2).
Soedigdo, D., Harysakti, A., & Usop, T. B. (t.t.). ELEMEN-ELEMEN PENDORONG KEARIFAN LOKAL PADA ARSITEKTUR NUSANTARA. http://seratcenthini.wordpress.com/2009/11/09/ugm-launching-buku-saduran-serat-centhini-jilid-v-xxii/
Staff, S. W., Program, P., Lanskap, S. A., Sains, I., Nasional, D. T., Srengseng, J., Jagakarsa, S., & Selatan, J. (2015). Arsitektur Nusantara MempengaruhiI Bentuk Bangunan Yang Berkembang di Indonesia (Vol. 2, Nomor 2).
Sulistijowati, M. (t.t.). Struktur di Arsitektur Nusantara.
Unsur Arsitektur Nusantara Pada Karya Desain Arsitek Yu-Sing, P., & Winarni, S. (t.t.). Penerapan Unsur Arsitektur Nusantara Pada Karya Desain Arsitek Yu-Sing.
Wibowo, A. P. (2021). Pemodernan Atap Rumah Tradisional Jawa Sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal (Vol. 18, Nomor 2). http://journals.ums.ac.id/index.php/sinektika
Zaki, A. (t.t.). Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Memaknai Kearifan Lokal pada Bentuk Rumoh Adat Aceh di Museum Kota Juang Bireuen. Diterbitkan (2), 30–42. https://doi.org/10.35134/judikatif.v4i2.1


















