THE OWNERSHIP RIGHTS OF ABANDONED LAND ACCORDING TO LAW NO. 5 OF 1960 CONCERNING THE BASIC AGRARIAN PRINCIPLES IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW
Abstract
Indonesia is an agricultural country, where approximately 70% of the population in Indonesia works in the agricultural sector, but in fact not all farmers have their own agricultural land to manage, therefore providing human resources in the agricultural sector is very important. Judging from Islamic rules, if there is a plot of land that has not been managed or abandoned by the owner, then the land has the status of unowned land which can then give rise to new laws, namely that it can be assessed by other parties using methods to function, revive the land (Ihyā Al -Mawat). This research aims to determine the terms and conditions of ownership rights to abandoned land in UUPA no. 5 of 1960 and how to have rights to abandoned land according to UUPA from the perspective of Islamic principles. This type of research is library research, using a normative juridical approach. Ownership rights to abandoned land according to the Basic Agrarian Law Number 5 of 1960, can be obtained through land reform based on Article 17 paragraph 3 of the UUPA, then by the mechanism specified in the Regulation of the Head of the Land Agency. Land Band Number 5 of 2011 concerning Procedures for Using Used Land. Abandoned Land. In Islamic law, the study of abandoned land is known as ihya' al mawat, namely reviving dead land, and according to firm opinion, ownership rights require government permission. So that by opening up the abandoned land, the land can be utilized, managed and utilized according to its function.
References
Arba, M. (2019). Hukum Agraria Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.
Ath-Tayyar, A. M., Mutlaq, A., Ibrahim, M., & Khairi, M. (2021). Ensiklopedi Fiqih Muamalah Dalam Pandangan 4 Madzhab. Maktabah Al-Hanif.
Dinata, I. (2020). Tanah Tak Bertuan Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria Prespektif Hukum Islam. (Skripsi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta).
Djazuli, A. (2006). Kaidah-Kaidah Fikih: Kaidah-Kaidah Hukum Islam Dalam Menyelesaikan Masalah-Masalah Yang Praktis. Jakarta: Kencana.
Djufri, M. I. (2021). Ihya’ Al -Mawat Perspektif Hanafiyyah dan Syafi’ Iyyah (Studi Komparatif). SAKINA: Journal of Family Studies, 5(1).
Fitri, R. (2011). Tinjauan Tanah Terlantar Dalam Perspektif Hukum Islam. Kanun: Jurnal Ilmu Hukum, 13(3), 1-16.
Harsono, B. (2013). Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya. Jakarta: Universitas Trisakti.
Leli, M. (2019). Konsep Harta dan Kepemilikan Dalam Prespektif Islam. At-Tasyri'iy: Jurnal Prodi Perbankan Syariah, 2(2), 1-16.
LPMQ. (2019). Qur’an Kemenag In Word.
Malaka, Z. (2018). Kepemilikan Tanah Dalam Konsep Hukum Positif Indonesia, Hukum Adat dan Hukum Islam Pendahuluan Makna Tanah Bagi Manusia Tidak Terbantahkan. Ia Kelangsungan Hidup Umat Manusia. Hubungan Manusia. Al-Qānūn: Jurnal Pemikiran dan Pembaharuan Hukum Islam, 21(1), 119.
Muhibbin, M. (2017). Perspektif Hukum Islam Tentang Konsep Penguasaan Tanah. Al Risalah, 17(1), 61–74.
Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Penertiban Tanah Terlantar
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Terlantar
Rohidin. (2016). Pengantar Hukum Islam Dari Semenanjung Arabia Hingga Indonesia. Yogyakarta: Lintang Rasii Aksara Books.
Santoso, U. (2012). Hukum Agraria: Kajian Komprehensif. Jakarta: Prenadamedia Group.
Santoso, U. (2015). Perolehan Hak Atas Tanah. Jakarta: Prenadamedia Group.
Subandi, M. (2011). Notes on Islamic Natural Based and Agricultural Economy. Jurnal Istek, 5(1-2).
Suhaimi. (2017). Kepemilikan Tanah Tak Bertuan (Studi Perbandingan Hukum Islam dan Hukum Positif). (Skripsi UIN Ar-Raniry Banda Aceh).
Sunggono, B. (2019). Metode Penelitian Hukum. Depok: RajaGrafindo Persada.
Supriyanto, S. (2010). Kriteria Tanah Terlantar Dalam Peraturan Perundangan Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum, 10(1), 51–59.
Yunior, L. V. (2019). Wewenang Pemerintah Dalam Penentuan Kriteria Tanah Terlantar. Jurist-Diction, 2(6), 2175.


















