PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN BATU PECAH DAN BATU BULAT SUNGAI SIBAU DI PUTUSIBAU
Abstract
Untuk memahami sifat beton, perlu dipahami karakteristiknya. Sebagian masyarakat di sekitar Sungai Sibau menggunakan batu bulat sebagai campuran beton, meskipun dalam bidang teknik sipil hal ini tidak diperbolehkan karena batu bulat tidak sebaik batu pecah. Namun, batu pecah memiliki harga yang cukup mahal karena diproses menggunakan stone crusher. Di sekitar Kota Putusibau, Sungai Sibau memiliki deposit batu kerikil yang cukup banyak. Batu di sungai ini tampaknya cukup baik sebagai bahan campuran beton, begitu pula dengan pasirnya. Perbedaan harga antara batu pecah dan batu bulat cukup signifikan, sehingga penting untuk mengetahui perbedaan mutu beton yang menggunakan kedua jenis batu tersebut. Pertanyaan pentingnya adalah apakah penggunaan batu bulat dari Sungai Sibau tanpa diproses terlebih dahulu diperbolehkan dan layak untuk digunakan dalam konstruksi beton? Seberapa besar penurunan kekuatan tekan beton jika menggunakan batu bulat? Apakah batu dari Sungai Sibau ini memiliki tingkat kekerasan yang cukup baik untuk digunakan sebagai bahan beton? Dapatkah batu bulat langsung dicampur dengan semen dan pasir untuk membuat beton tanpa diproses terlebih dahulu? Dapatkah mutu beton K 225 tercapai jika menggunakan batu bulat ini? Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kuat tekan kubus beton yang menggunakan batu pecah dengan kubus beton yang menggunakan batu bulat dari Sungai Sibau tanpa diproses terlebih dahulu, dengan melakukan analisis dan perbandingan hasil dari uji kuat tekan keduanya.
References
Arief, S., Mungok, C. D., & Samsurizal, E. 2014. Studi Eksperimen Kuat Tekan Beton Menggunakan Semen PPC Dengan Tambahan Sikament LN. Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura.
Dipohusodo, Istimawan. 1996. Struktur Beton Bertulang. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Kosmatka, S., Kerkhof, B., & Panarese, W. 2003. Fly Ash, Slag, Silica Fume, and Natural Pozzolans. In Design and Control of Concrete Mixtures (14th ed). Skokie, Illinois: Portland Cement Accociation.
Langer, W.H., 1995. Geologic Characterization of Natural Aggregate. United States: U. S. Geological Survey Bulletin.
Mulyono, Tri. 2004. Teknologi Beton. Yogyakarta: Andi.
Nawy, Edward G. 2008. Beton Bertulang – Suatu Pendekatan Dasar. Bandung: PT. Refika Aditama.
Raju, N. K. 1983. Design of Concrete Mixes. New Delhi: CBS.
Sika Indonesia. High Range Water Reducing. http://www.idn.sika.com [diakses pada 9 April 2017].
Tjokrodimuljo, Kardiyono. 2007. Teknologi Beton. Yogyakarta: Biro Penerbit Teknik Sipil dan Lingkungan UGM.
Wang, C. K., dan Salmon, C. G. 1990. Desain Beton Bertulang. Edisi ke 4 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Widyaningrum, Ratih. 2013. Penambahan Superplasticizer pada Campuran Beton yang Menggunakan Fly Ash Sebagai Bahan Tambah Semen Berdasarkan SNI 03-6468-2000. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Jakarta.


















