IMPLEMENTASI KONSEPSI SUMPAH PEMUDA DALAM KONSTELASI BERBANGSA DAN BERNEGARA INDONESIA

  • Iis Suryani Universitas Persatuan Islam
  • Edy Sofyan STKIP Pasundan
Keywords: Kongres Pemuda, Sumpah Pemuda, NKRI.

Abstract

Kongres Pemuda kedua tahun 1928 yang mendeklarasikan Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak peristiwa sebelum terbentuknya Indonesia sebagai suatu negara bangsa tangga 18 Agustus 1945. Artikel ini membahas tentang eksistensi Sumpah Pemuda dalam ketatanegaraan Indonesia, dan implementasi konsepsi Sumpah Pemuda dalam konstelasi berbangsa dan bernegara Indonesia. Metode penelitian yang digunakan peneliti sebagai “pisau” analisis dalam karya ilmiah ini adalah metode historis, yang mendeskripsikan secara tuntas semua permasalahan berdasar data dan fakta yang diinterpretasikan peneliti. Adapun langkah penelitian dalam penelitian ini dilakukan dengan 4 tahapan, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi serta historiografi.Implementasi dari Sumpah Pemuda dalam aspek Bahasa Indonesia, sebenarnya merupakan hal yang paling awal dibanding dengan dua aspek lainnya (tanah air maupun bangsa) disamping hal yang paling mudah diimplementasikan dalam tata kehidupan secara perorangan orang Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung (rakyat Indonesia waktu itu) maupun oleh organisasi-organisasi yang ada masa Pergerakan Nasional. Peringatan Sumpah Pemuda dalam panggung sejarah NKRI sampai tahun 2022, setiap tanggal 28 Oktober merupakan salah satu bukti dari makna pentinya arti berbangsa, bertanah air dan berbahasa nasional yang bisa merupakan faktor integrative dan kelanggengan Indonesia sebagai negara bangsa. Namun bukan berarti NKRI akan selalu mempunyai tingkat Ketahanan Nasional yang stabil hanya dengan selalu memperingati setiap tahunnya, perlu adanya kebijakan dari pemerintah diperkuat melalui legislasi kewilayahan/tanah air, penguatan nilai-nilai berbangsa dan bernegara serta pembinaan Bahasa Indonesia yang terus menerus (baik dalam aspek formal maupun aspek non formal di masyarakat).

References

Anwar, R. (1997). Singa dan Banteng. Jakarta: UI-Press.

Basri, Y. (1975). SNI V, Jaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda. Jakarta: Depdikbud.

Bijkerk, J. C. (1988). Selamat Berpisah, sampai berjuma di saat yang lebih baik, documenter runtuhnya Hindia Belanda. Jakarta: Djambatan.

Hering, B. (2003). Soekarno, Bapak Indonesia Merdeka, sebuah Biografi 1901-1945. Jakarta: Hasta Mitra.

Kahin, A. R., & Kahin, G. M. T. (1997). Subversi Sebagai Politik Luar Negeri, Meningkap keterlibatan CIA di Indonesia. Jakarta: Grafiti.

Kahin, G. M. T. (1995). Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia, Refleksi Pergumulan Lahirnya Republik. UNS Press.

Kartodirdjo, S. (1967). Lembaran Sejarah, Kolonialesme dan Nasionalisme di Indonesia, abad XIX –XX. Yogyakarta: Jurusan Sejarah UGM.

Kartohadikusumo, S. (1990). Soetardjo, Petisi Soetardjo dan Perjuangannya. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Koch, D. M. G. (1951). Menudju Kemerdekaan, Sedjarah Pergerakan Kebangsaan Indonesia Sampai 1942. Bandung:Vorkink.

Leirissa, R. Z. (1985). Terwujudnya Suatu Gagasan, Sejarah Masyarakat Indonesia 1900-1950. Jakarta: Akademika Pressindo.

Moedjanto, G. (1991). Indonesia Abad ke-20,dari Kebangkitan Nasional sampai Linggajati. Yogyakarta: Kanisius.

Mulyana, S. (1969). Nasionalisme Sebagai Modal Perjuangan Bangsa Indonesia. Balai Pustaka: Jakarta.

Notosusanto, N. (1975). Sejarah Nasional Indonesia VI, Jaman Jepang dan Jaman Republik Indonesia. Depdikbud: Jakarta.

Panitia Konferensi Internasional Revolusi Nasional: Kajian, Kenangan dan Renungan. (1997). “Denyut Nadi Revolusi Indonesia”. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Poeze, H. A. (1999). Pergulatan Menuju Republik, Tan Malaka 1925-1945. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Pranoto, S. W. (2000). Revolusi Agustus, Nasionalisme Terpasung dan Diplomasi Internasional. Yogyakarta: Lapera.

Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Serambi: Jakarta.

Said, S. (1993). Genesis Of Power, General Sudirman And The Indonesian Military in Politics 1945-1949. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Sastrosatomo, S. (1987). Perjuangan Revolusi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Soeharto, P., & Ihsan, A. Z. (1981). Permata Terbenam,, kumpulan tulisan asli dan pidato tokoh-tokoh perintis pergerakan kebangsaan dalam menelurusri berkembangnya nasionalisme. Jakarta: Aksara Jayasakti.

Soeharto. (2002). Pagoejoeban Pasoendan 1927-1942, Profil Pergerakan Etno-Nasionalis. Bandung: Satya Historika.

Tirtoprodjo, S. (1965). Sedjarah Pergerakan Nasional Indonesia. Djakarta: Pembangunan Djakarta.

Tirtoprodjo, S. (1966). Sedjarah Revolusi Nasional Indonesia, Tahapan Revolusi Bersendjata 194 5-1950. Djakarta: Pembangunan.

Yayasan Gedung-Gedung Bersejarah Jakarta. (1986). Bunga Rampai Soempah Pemoeda. Jakarta: Balai Pustaka.

Yayasan Gedung-Gedung Bersejarah Jakarta. (1962). Peranan Pemuda Muhammad Yamin Sekitar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Djakarta: Departemen Penerangan RI.

Published
2021-12-29
How to Cite
Suryani, I., & Sofyan, E. (2021). IMPLEMENTASI KONSEPSI SUMPAH PEMUDA DALAM KONSTELASI BERBANGSA DAN BERNEGARA INDONESIA. Journal of Scientech Research and Development, 4(2), 543-559. https://doi.org/10.56670/jsrd.v4i2.156