ANALISIS BAHAYA DAN RISIKO PENGOLAHAN GULA PADA PEKERJA PT.X MELALUI PENDEKATAN HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT, AND DETERMINING CONTROL (HIRADC)
Abstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri gula yang memiliki potensi bahaya tinggi, baik dari faktor teknis maupun perilaku kerja. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi bahaya dan risiko kerja pada proses produksi gula di PT. X menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan penelaahan dokumen K3, termasuk laporan tahun 2024 yang mencatat enam kasus Lost Time Injury (LTI) dan tiga kecelakaan berat. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar aktivitas berada pada tingkat risiko sedang hingga tinggi, terutama di area penggilingan dan evaporasi. Pengendalian dilakukan melalui rekayasa teknis, prosedur administratif, serta penggunaan alat pelindung diri (APD). Disarankan agar perusahaan memperkuat kepatuhan penggunaan APD, meningkatkan pelatihan dan pengawasan rutin, serta mengevaluasi efektivitas pengendalian untuk mendukung budaya K3 yang proaktif dan berkelanjutan.
References
[2] H. Henny, A. H. S. Budi, M. Andriyansyah, M. R. A. Rozzak, M. M. Baru, and A. Masek, "Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) for Workplace Safety in Manufacturing Industry," ASEAN J. Sci. Eng. Mater., vol. 4, no. 2, pp. 267–284, 2025
[3] Kementerian Ketenagakerjaan RI. Statistik Kecelakaan Kerja 2024. Jakarta: Kemnaker, 2025
[4] Ramli, S. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001. Jakarta: Dian Rakyat, 2019.
[5] H. Suryana, H. Moektiwibowo, and W. T. Bhirawa, “Evaluasi Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Sektor Industri Pengendalian Hama Menggunakan Metode HIRADC,” J. Teknik Ind., vol. 14, no. 1, pp. 46–56, 2024.
[6] S. A. Zyahwa, E. Andayanie, and A. R. Amelia AP, “Hubungan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Instalasi Pada PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Takalar,” Window of Public Health J., vol. 5, no. 2, pp. 302–310, 2024.
[7] I. Idrus, A. Haslinah, A. Saputra, and F. A. Amriani, “Evaluasi Bahaya dan Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Boiler di Pabrik Gula Camming Menggunakan Metode Job Safety Analysis dan Teknik Analisis Semi Kuantitatif,” ILTEK: Jurnal Teknologi, vol. 17, no. 02, pp. 68–73, 2022. doi: https://doi.org/10.47398/iltek.v17i02.14.F.
[8] V. A. Alfano, “Analisis Human Error pada Proses Produksi Gula dengan Menggunakan Metode Sherpa dan Heart Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja di PG Rejo Agung Baru Madiun,” JUMINTEN, vol. 2, no. 3, pp. 47–58, 2021.
[9] A. Firmansyah and E. M. Widodo, “Literature Review: Analisis Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Proses Produksi Gula Kristal,” Matrik: Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi, vol. 22, no. 2, pp. 167–182, 2022.
[10] F. N. C. Rotinsulu, A. K. T. Dundu, G. Y. Malingkas, M. R. I. A. Mondoringin, and A. H. Thambas, “Risk Potential Analysis Using Hazard Identification, Risk Assessment and Determine Control (HIRADC) and Job Safety Analysis(JSA) Methods,” Asian J. Eng., Soc. Health, vol. 2, no. 10, pp. 1133–1141, Oct. 2023.
[11] M. I. A. Putra and F. Yuamita, “Analisis Resiko Bahaya Pada Stasiun Ketel (Boiler) Dengan Metode Job Safety Analysis Pada PG Madukismo,” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, vol. 2, no. 7, pp. 2714–2720, 2023.
[12] J. R. F. Sitorus, “Identifikasi Bahaya Serta Pengendalian Risiko pada PT. XYZ Dengan Metode Job Safety Analysis,” PhD diss., Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, 2024.
[13] R. Ameiliawati, “Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) di Area Plant–Warehouse,” Media Gizi Kesmas, vol. 11, no. 1, pp. 238–245, Jun. 2022.
[14] A. Naresti, A. Irawan, N. A. Fatin, and N. N. Qisthani, “Identifikasi Kecelakaan Pada Penderes Gula Kelapa Guna Menggunakan Metode Hirarc (Studi Kasus di Banyumas),” Jurnal Teknik Industri, Bisnis Digital, dan Teknik Logistik, vol. 1, no. 1, pp. 22–28, 2022.
[15] A. Wijaya and R. Faslah, “Evaluasi K3 di Pabrik Gula Rejoso Berdasarkan UU No. 13/2003,” Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik, vol. 2, no. 2, pp. 1173–1179, E-ISSN: 3031-8882, 2025.
[16] M. Ramadiati, R. Y. Parapat, G. R. Haloho, and V. Aprillia, “STUDI ANALISIS RESIKO PRODUKSI GULA AREN DI PABRIK GULA SEMUT MENGGUNAKAN METODE HAZOP,” Integrative Perspectives of Social and Science Journal, vol. 2, no. 03, pp. 3347–3357, Juni 2025.
[17] C. M. Kumala, E. Lourrinx, and N. H. Azka, “Edukasi Penggunaan Earplug Sebagai Upaya Pengendalian Bahaya Kebisingan Di UMKM Gula Merah Desa Kajar Kudus,” Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan, vol. 2, no. 2, pp. 125–133, 2025.
[18] G. B. H. Mukti and J. T. Wardhana, “Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode Risk Priority Number di PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo,” dalam Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan, vol. 2, pp. 494–504, Maret 2022.
[19] N. D. Ulhaq, N. Eltivia, and F. Z. F. Oktavia, “Analisis Penerapan Akuntansi Manajemen Lingkungan pada Pengelolaan Sampah di PT Perkebunan Nusantara X Pabrik Gula Meritjan,” Jurnal Akuntansi Bisnis dan Humaniora, vol. 9, no. 2, pp. 57–63, 2022.
[20] A. Iqbal, F. Rehman, A. Ghaffar, M. Shafiqe, and F. Ahmed, “Assessment of Occupational Safety and Health among Sugar Industry Workers in Dera Ismail Khan: A Descriptive Study,” Pakistan Journal of Medical Research, vol. 63, no. 2, pp. 81–84, 2024.
[21] T. Irawan, A. N. Hidayat, and A. R. Widya, “Analisis Risiko K3 Menggunakan Metode Hiradc Area Produksi di PT. Adiku Bekasi, Jawa Barat,” J. Penelit. Inovatif, vol. 5, no. 2, pp. 1229–1238, Mei 2025, doi: https://doi.org/10.54082/jupin.1465.
[22] F. N. F. Tasidalle, A. Subekti, and M. C. Rizal, “Analisis Penilaian Risiko Proses Assembly Tube Bundle Heat Exchanger dengan Metode HIRADC dan FTA,” J. Safety, Health Environ. Eng., vol. 1, no. 1, pp. 56–63, Dec. 2023.
[23] B. Jashari-Kajtazi, S. Qorri, and E. Vrajolli, “Occupational, health and safety situation at small and medium enterprises in Kosovo, contextual factors, barriers, drivers and intervention process,” Int. Rev. Appl. Sci. Eng., vol. 12, no. 1, pp. 19–28, 2021. doi: https://akjournals.com/view/journals/1848/12/1/article-p19.xml.
[24] V. A. A. Rusindiyanto, “Analisis human error pada proses produksi gula dengan menggunakan metode SHERPA dan HEART untuk meminimalkan kecelakaan kerja di PG Rejo Agung Baru Madiun,” J. Manaj. Ind. dan Teknol., vol. 2, no. 1, pp. 47–58, 2021. doi: http://juminten.upnjatim.ac.id/index.php/juminten
[25] Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 38 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” 2016.
[26] Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” 2018.
[27] Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, “Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,” 1970.
[28] Pemerintah Republik Indonesia, “Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” 2012.


















