KOMUNIKASI ANTAR AGAMA DALAM KELUARGA HARMONIS: MEMAHAMI PERBEDAAN DAN NAVIGASI KONFLIK, SEBUAH KAJIAN PUSTAKA
Abstract
Kajian tinjauan pustaka ini membahas tentang pentingnya komunikasi antar agama dalam keluarga berbeda agama untuk menjaga keharmonisan keluarga. Dalam kajian ini dilakukan analisis mengenai pentingnya pemahaman terhadap perbedaan agama serta teknik dan strategi yang dapat digunakan dalam navigasi konflik pada keluarga berbeda agama. Studi literatur dan tinjauan pustaka dilakukan pada kajian ini dengan mengambil dari berbagai sumber yang terkait dengan topik kajian. Hasil dari kajian ini yakni terdapat beberapa faktor yang memungkinkan memengaruhi terjadinya pernikahan beda agama yakni yakni (1) rasa cinta dan kecocokan antara pasangan; (2) kemandirian dan kebebasan individu; (3) keberagaman individu dan latar belakang agama keluarga; (4) pengaruh budaya setempat; serta (5) adanya kehamilan di luar nikah. Dalam memahami perbedaan agama sebuah keluarga juga melibatkan pengembangan keterampilan komunikasi yang baik meliputi (1) mendengarkan dengan baik; (2) menghargai pandangan orang lain, dan; (3) memperjelas pandangan sendiri. Sementara ketika konflik dalam keluarga berbeda agama mengemuka, perlu dilakukan navigasi konflik dengan bijak dan konstruktif melalui langkah yakni (1) mengidentifikasi sumber konflik; (2) berkomunikasi dengan jujur dan terbuka; (3) mencari solusi yang adil serta; (4) melakukan implementasi dan evaluasi solusi yang disepakati. Dengan memahami perbedaan dan melakukan navigasi konflik dapat memperkuat ikatan cinta kasih dan membangun keluarga yang harmonis.
References
Cahn, D. D. (2021). Managing Conflict through Communication, 5th edition. Pearson. https://www.pearson.com/en-us/subject-catalog/p/managing-conflict-through-communication/P200000002754/9780137614738
Edgell, P. (2006). Religion and Family in a Changing Society (Student ed). Princeton University Press.
Ermawati. (2016). Hubungan antara Keharmonisan Keluarga dengan Perilaku Siswa Sekolah Dasar. Ilmu Pendidikan Sosial, Sains, dan Humaniora Vol., 2(3), 183–187. http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/suaraguru/article/view/2654
Hutapea, B. (2011). The Dynamics of Marital Adjustment in the Interfaith Marriage. Sosio Konsepsia (Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial), 16(1), 101–122.
Liliweri, A. (2017). Komunikasi antar personal (1st ed.). Kencana. https://books.google.co.id/books/about/Komunikasi_Antar_Personal.html?id=QvSlDwAAQBAJ&printsec=frontcover&source=kp_read_button&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2016). Theories of Human Communication: Eleventh Edition (11th ed.). Waveland Press.
Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. (2022). Perkawinan Beda Agama. https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/nadzirotus-sintya-falady-s-h-cpns-analis-perkara-peradilan-calon-hakim-2021-pengadilan-agama-probolinggo
Meister, C. V. (2011). The Oxford Handbook of Religious Diversity. OUP USA. https://books.google.co.id/books/about/The_Oxford_Handbook_of_Religious_Diversi.html?id=i8Fm0-SubkUC&redir_esc=y
Miller, S. K. (2019). The Interfaith Family Journal. Skinner House Books.
Soekanto, S. (2017). Sosiologi Suatu Pengantar (revision 4). Jakarta: Rajawali Pers.
Walgito, B. (2002). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset.
Wibowo, C. (2015). Keharmonisan Keluarga Berbeda Agama (Studi di Dusun Ngentak Sinduharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. UIN Sunan Kalijaga.


















