MAKNA PERSEMBAHAN PADA RITUAL API HOMA BAGI UMAT BUDDHA VIHARA VAJRA BUMI GIRI PUTRA DESA SEGARALANGU, KECAMATAN CIPARI, KABUPATEN CILACAP

  • Saputro Edi Hartono Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya
Keywords: Persembahan, Keyakinan, Buddhadharma.

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna Persembahan pada ritual Api Homa bagi umat Buddha Vihara Vajra Bumi Giri Putra Desa Segaralangu, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap dengan menggunakan metode kualitatif. Persembahan ritual Api Homa terbagi menjadi persembahan yang wajib dan persembahan pendukung. Makna persembahan dari ritual Api Homa diantaranya yang pertama untuk memperkokoh keyakinan terhadap Buddha Dharma, dengan kuatnya keyakinan terhadap ajaran Buddha mempunyai efek yang baik misalnya tidak mudah terpengaruh pindah agama, tidak terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang buruk dan sebagainya. Kedua yaitu melatih diri, dengan menyiapkan persembahan-persembahan khususnya adalah mempersembahkan sesuatu yang ada, bertujuan melatih diri untuk tidak melekat, sehingga meminimalisir munculnya sifat-sifat kikir atau pelit. Ketiga adalah tolak bala, dengan mempersembahkan sesuatu yang dipunyai adalah memendam sifat kikir, hal ini merupakan bagian dari melatih diri untuk mengembangkan rasa peduli terhadap orang lain, sehingga segala rintangan dapat teratasi dengan baik. Keempat yaitu kebutuhan manusia adalah dalam hal keharmonisan. Kelima adalah dalam hal meningkatkan berkah, dan yang keenam adalah untuk penaklukan. sebagai seorang umat Buddha tentunya harus tekun melatih diri, konsentrasi, dan bermodalkan ketekunan, ketenangan.

References

. Boniran, B., & Hendra, H. (2022). Konsep Cara Berkorban yang Benar dalam Agama Buddha Menurut Kutadanta Sutta. Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK), 4(2), 58-64.

. Brox, T. (2019). The Aura of Buddhist Material Objects in the Age of Mass-Production. Journal of Global Buddhism, 20, 105-126.

. Geary, D., & Shinde, K. (2021). Buddhist Pilgrimage and the Ritual Ecology of Sacred Sites in the Indo-Gangetic Region. Religions 12: 385. Sacred Sites, Rituals, and Performances: New Perspective for Religious Tourism Development, 99.

. Hatmono, P. D. (2019). Ritual dan Pekembanan Agama Buddha di Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri. Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan, 5(2), 69-89.

. Herdiansyah, H. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

. Hidas, G. (2019). A Buddhist Ritual Manual on Agriculture Vajratuṇḍasamayakalparāja–Critical Edition (p. 145). De Gruyter.

. Jeffrey, C. (2003). Understanding Religious Sacrifece. Bloomsbury Publishing.

. Lu, S. Y. (2000). Padmakumara 16. Jakarta: Yayasan Maha Pelita Buddha.

. Lu, S. Y. (2007). Sehari Sepatah Kata. Medan: Budaya Daden Indonesia.

. Lu, S. Y. (2010). Mengarungi Samudra Samsara. Medan: Budaya Daden Indonesia.

. Mah, K., Loke, L., & Hespanhol, L. (2020, February). Designing with Ritual Interaction: A Novel Approach to Compassion Cultivation through a Buddhist-Inspired Interactive Artwork. In Proceedings of the Fourteenth International Conference on Tangible, Embedded, and Embodied Interaction (pp. 363-375).

. McBride, R. D. (2019). Must Read Texts for Buddhists and the Modernization of Korean Buddhist Ritual. Journal of Korean Religions, 10(1), 83-122.

. Minto, S. K., Dewi, M. P., & Marjianto, M. (2020). Makna simbolik ritual Selamatan Methik Pari dalam pandangan agama Buddha di Desa Gembongan Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 1(1), 32-44.

. Moleong, L. J. (2012). Metodologi penelitian kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

. Ramadhani, S. (2019). Ajaran dan ritual aliran Niciren Syosyu Buddha: Studi terhadap aliran Niciren Syosyu di Cigondewah Bandung (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

. Rambelli, F., & Porath, O. (Eds.). (2022). Rituals of Initiation and Consecration in Premodern Japan: Power and Legitimacy in Kingship, Religion, and the Arts (Vol. 87). Walter de Gruyter GmbH & Co KG.

. Ratmawati, R., Junaidi, J., & Paramita, S. (2022). Makna Simbolik Ritual Sotoba Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) Kajian Folklor. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 3(2), 104-112.

. Sugiyono. (2009). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitataif, Kualitataif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

. Widya, D. (2008). Dharma Ajaran Mulia Sang Buddha. Jakarta Utara: Magabudhi.

. Williams-Oerberg, E. (2021). Buddhist Ritual as “Connectionwork”: Aesthetics and Technologies of Mediating Religious Belonging. Numen, 68(5-6), 488-512.

Published
2022-06-21
How to Cite
Hartono, S. E. (2022). MAKNA PERSEMBAHAN PADA RITUAL API HOMA BAGI UMAT BUDDHA VIHARA VAJRA BUMI GIRI PUTRA DESA SEGARALANGU, KECAMATAN CIPARI, KABUPATEN CILACAP . Journal of Scientech Research and Development, 4(1), 130-138. https://doi.org/10.56670/jsrd.v4i1.108