EKSISTENSI TRADISI TOGAK TONGGOL SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MELAYU DI KELURAHAN LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna Togak Tonggol sebagai simbol identitas adat Melayu serta mengkaji eksistensinya dalam kehidupan masyarakat Kelurahan Langgam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaksanaan serta pemaknaan tradisi Togak Tonggol di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Togak Tonggol memiliki makna simbolik yang kuat dalam merepresentasikan identitas adat Melayu. Warna dan simbol pada Tonggol mencerminkan hubungan antara adat, agama, dan kepemimpinan dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, pelaksanaan Togak Tonggol melibatkan pemangku adat dan masyarakat secara aktif sehingga memperkuat solidaritas, gotong royong, serta hubungan sosial antargenerasi. Eksistensi tradisi ini menunjukkan bahwa Togak Tonggol masih memiliki kedudukan penting sebagai penanda identitas budaya masyarakat Langgam di tengah perubahan sosial. Oleh karena itu, pelestarian Togak Tonggol tidak hanya penting sebagai upaya mempertahankan warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana menjaga nilai-nilai adat dan identitas masyarakat Melayu Langgam.
References
Adelia, N., Dwinov, K. P., Rasudin, N., & Dewi, T. M. S. (2025). Tradisi Togak Tonggol dalam Perspektif Antropologi Hukum pada Masyarakat Petalangan dalam Menyambut Ramadan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 16837–16843. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.28430
Ardinary, C., Anwar, S. A., & Devi, L. S. (2026). Internalisasi Nilai Gotong Royong dalam Membangun Solidaritas Sosial untuk Mencapai Tujuan Bersama. Pancasila and Civics Education Journal, 5(2), 183–190. https://doi.org/10.30596/pcej.v%vi%i.30109
Dina Chabib Uluum, Hanan Riswar, Yogia prihartini, Musli, Mustar, & Muhamad Khumaini Umasugi. (2025). Seloko Adat Melayu Jambi: Refleksi Kearifan Lokal Dalam Tradisi Dan Budaya Masyarakat Melayu Jambi. Rihlah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan, 13(01), 1–14. https://doi.org/10.24252/rihlah.v13i01.56778
Hidayat, N., & Apriani, D. (2022). Judicial Review According to Kampar Customary Law: Contribution in Making A Responsive Law. Jurnal Konstitusi, 19(1), 225–246. https://doi.org/10.31078/jk19110
Hornsby, A. M. (2021). Solidarity, Mechanical and Organic. The Concise Encyclopedia of Sociology, 603–604. https://doi.org/10.1002/9781405165518.wbeoss210
Ishami, N., Azura, A., Nurkhasanah, A., Nurjanah, N., Sonia, S., & Miski, C. R. (2025). Menggali Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sebagai Identitas Budaya Riau. Maharsi, 7(2), 1–12. https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i2.1618
Kelompok, D. O., & Handani, M. (2026). Kuliah kerja nyata (kkn) kelurahan langgam kecamatan langgam kabupaten pelalawan.
Kumalasari, L. D. (2022). Makna Solidaritas Sosial Dalam Tradisi “Sedekah Desa” (Studi pada Masyarakat Desa Ngogri Megaluh Jombang). Jurnal Partisipatoris, 4(1), 83–97.
Maghfiroh, D., Fatonah, I., Angglepi, M. S., & Roza, E. (2025). Kepemimpinan Melayu: Analisis Terhadap Nilai dan Praktik. Jurnal Penelitian Ilmiah Interdisipliner, 9(10), 403–407.
Martasari, K. A., Zein, A. C., Lathifa, T. F., Pratama, M. A., Demas, A. P., Situmorang, C. S., Fathoni, A. F., Putra, F. F., & Rasudin, N. (2025). Togak Tonggol dan Mandi Balimau Kasai Potang Mogang sebagai Tradisi Penyambutan Ramadhan di Kelurahan Langgam Pelalawan. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(2), 591–597. https://doi.org/10.38035/jim.v4i2.915
Naylacitra, G., Maulana, A., Ziddane, Z., & Chanif, A. N. (2024). Harmoni Budaya dan Kearifan Lokal: Menjejak Tradisi dan Aktivitas Sosial Desa Wisata Kandri. Jurnal Majemuk, 3(4), 716–726.
Prastiwi, R. (2025). Peran Tokoh Adat dan Sesepuh dalam Pewarisan Kearifan Lokal pada Generasi Muda. Jurnal Diba’, 2(2).
Purnama, H. (2021). Hukum Islam, Adat dan Hukum Negara Dalam Perkawinan Masyarakat Suku Melayu di Pekanbaru Riau: Keabsahan, Etika, dan Administrasi Perkawinan. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 14(1), 1–10. https://doi.org/10.14421/ahwal.2021.14101
Rohana, S., Novendra, & Arman, D. (2017). Tradisi Togak Tonggol di Langgam, Pelalawan. Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Ryanda, A., & Mashur, D. (2025). Pengelolaan Warisan Budaya Togak Tonggol di Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 9076–9080. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i1.26030
Serungke, M., Kusumawati, T. I., Azzahra, A., Lubis, S. A., Fadillah, M. A., Khotimah, P. H., & Rambe, N. (2023). Meningkatkan Solidaritas Sosial Melalui Kegiatan Gotong Royong Di Desa Naga Timbul. Journal Of Human And Education (JAHE), 3(2), 619–624. https://jahe.or.id/index.php/jahe/article/view/299
Sulistyowati, F. (2021). Gotong Royong sebagai Wujud Perilaku Prososial dalam Mendorong Keberdayaan Masyarakat Melawan COVID-19. Jurnal Masyarakat dan Desa, 1(1), 1–15.
Tondi, M. L., & Iryani, S. Y. (2018). Nilai dan Makna Kearifan Lokal Rumah Tradisional Limas Palembang Sebagai Kriteria Masyarakat Melayu. Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, 5(1), 15–32. https://doi.org/10.26418/lantang.v5i1.25383
Warni, W., & Afria, R. (2019). Menelisik kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi berbasis cerita rakyat dalam membangun peradaban. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 3(2), 295–313.
Yusriadi, Y. (2017). Berandep, Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Di Dabong, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Khatulistiwa: Journal of Islamic Studies, 7(1).
Zamhari, A., Pramudani, A., Anisa, R., Rahmayanti, L., Gultom, E. C., & Asmare, N. (2025). Perubahan Bahasa dan Budaya di Kalangan Generasi Muda Akibat Adanya Modernisasi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 5(2), 867–874. https://doi.org/10.37081/jipdas.v5i2.2605


















