KOLABORASI PRODI BIOLOGI DAN KEDOKTERAN HEWAN UNP, SERTA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KOTA PADANG DALAM VAKSINASI RABIES GRATIS
Abstract
Rabies adalah penyakit zoonosis yang serius dan fatal yang disebabkan oleh virus rabies, yang terutama ditularkan melalui gigitan dari hewan terinfeksi, khususnya anjing dan kucing. Sebagai negara dengan angka kejadian rabies yang tinggi, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengendalikan dan mencegah penyakit ini. Salah satu langkah efektif yang diakui secara global adalah vaksinasi pada hewan yang rentan. Penelitian ini menjelaskan program vaksinasi rabies gratis yang dilaksanakan oleh Program Studi Biologi dan Kedokteran Hewan Universitas Negeri Padang (UNP) bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Padang, bertepatan dengan peringatan Hari Rabies Internasional. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan akses vaksinasi rabies bagi pemilik hewan peliharaan, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko rabies, serta mendorong kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Kegiatan ini berhasil memvaksinasi 200 ekor kucing, menunjukkan keterlibatan masyarakat yang kuat dan meningkatkan kesadaran tentang pencegahan rabies. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat, dengan 85% peserta mengungkapkan pemahaman yang lebih baik tentang rabies setelah mengikuti edukasi. Program ini merupakan contoh pendekatan multi-sektoral yang efektif dalam pengendalian rabies dan menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan untuk mempertahankan upaya vaksinasi di daerah yang kurang terlayani.
References
Cleaveland, S., et al. (2020). "Rabies control in Asia: The way forward." Vaccine, 38(Suppl 1), A135-A139.
Fooks, A. R., et al. (2021). "Global control of canine rabies: The need for surveillance and rapid diagnostics." Journal of Veterinary Science, 22(1), e42.
Hampson, K., et al. (2020). "Elimination of dog-mediated human rabies: Challenges and opportunities." The Lancet Global Health, 8(9), e999-e1008.
Ma'ruf, A., Susetya, H., Untari, T., & Zuraida, E. (2023). Seroprevalence, and Risk Factors of Post-Vaccination Antibodies for Foot and Mouth Disease in Tanah Laut District, South Borneo. Journal of Biodiversity and Biotechnology, 3(2).
Sarjana, et al. (2018). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan penyakit rabies pada warga di wilayah Puskesmas Kuta II. SMART MEDICAL JOURNAL, 1(1).
Sudarma, K., et al. (2021). "Effectiveness of rabies education and vaccination campaigns in Bali, Indonesia." Tropical Medicine and Infectious Disease, 6(2), 83.
Togami, E., et al. (2022). "Rabies prevention and control: Community engagement and public health partnerships." PLoS Neglected Tropical Diseases, 16(5), e0010328.
Wallace, R. M., et al. (2020). "The impact of dog population management on rabies control." Journal of Infectious Diseases, 222(Supplement_3), S175-S183.
Widyastuti, M. D., et al. (2021). "Cross-sectoral collaboration in zoonotic disease prevention and control: Lessons from Indonesia." Journal of Public Health Policy, 42(4), 528-540.
Zhang D, He F, Bi S, Guo H, Zhang B, Wu F, liang J, Yang Y, Tian Q, Ju C, Fan H, Cehn J, Guo X, Luo Y. 2016. Genome-Wide Transcriptional Profiling Reveals Two Distinct Outcomes in Central Nervous System Infections of Rabies Virus. Frontiers in Microbiology. 7 : 751.


















