PEMANENAN AIR HUJAN DI MASA PACEKLIK DESA SIDO MAKMUR KECAMATAN SIPORA UTARA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI
Abstract
Di musim kemarau, Desa Sido Makmur menghadapi tantangan ketersediaan air bersih. Hal ini terutama disebabkan oleh kurangnya fasilitas penyimpanan air individu di antara sebagian besar penduduk desa. Sumur-sumur yang ada di desa itu dibagikan kepada warga. Untuk mengatasi masalah ini, pemanenan air hujan diadopsi sebagai solusi. Pemanenan air hujan menjadi penting karena di daerah pedesaan, pada musim hujan, banyak air yang terbuang dan mengalir ke sungai, sementara beberapa daerah mengalami banjir karena curah hujan yang tinggi. Menyadari perlunya kegiatan pemberdayaan, maka dilakukan upaya untuk memberikan informasi yang akurat tentang pembangunan dan pengembangan sistem pemanenan air hujan. Kegiatan pemberdayaan dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan yang melibatkan koordinasi dengan Kepala Desa Sido Makmur, Kepala Jorong, dan tokoh masyarakat setempat untuk melakukan sosialisasi. Tahap kedua berfokus pada pelaksanaan kegiatan pemanenan air hujan, dan tahap ketiga melibatkan evaluasi dan pemantauan setelah hujan untuk mengamati air yang terkumpul di fasilitas penyimpanan. Hasil dari upaya pemberdayaan tersebut menunjukkan bahwa: 1) peserta memahami pentingnya air bagi kehidupan mereka, khususnya bagi warga Desa Sido Makmur, 2) peserta mengetahui penyebab kekeringan di sekitar Desa Sido Makmur, 3) peserta bersedia berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan pengembangan sistem pemanenan air hujan untuk kebutuhan masyarakat setempat. Mereka berharap kegiatan mereka dapat menjadi contoh dan pedoman bagi desa lain, khususnya di Kepulauan Mentawai.
References
Abdulla Fayez A., AW Al-Shareef, (2009). Roof rainwater harvesting systems for household water supply in Jordan. Desalination Volume 243, 195-207
Anie Yulistyorini, (2011). Pemanen Air Hujan Sebagai Alternatif Pengelolaan Sumber Daya Air Di Perkotaan, Teknologi Dan Kejuruan, Vol. 34, No. 1, 105-114.
Bandar Udara, D. P, (2022). Profil Bandar Udara Rokot Sipora, Bandar Udara Rokot.
Fauzy Faisal Awaludin AS, (2015). Permasalahan Pencemaran dan Penyediaan Air Bersih di Perkotaan dan Pedesaan. Institut Teknologi Bandung.
Joleha dkk, (2019). Penerapan Teknologi Pemanenan Air Hujan Menuju Desa Mandiri
Air Bersih Di Pulau Merbau. Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Page: 317-324.
Harvey, H. W. 1974. The chemistry and vertility of sea waters. Cambridge University Press.
Kim Ree-Ho, S. L.-H.-K, (2007). Reuse greywater and rainwater using fiber filter media and metal membrane, 326-332.
Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Sumber Daya Air Dan Kontruksi, (2017). Modul 3 Konservasi Sumber Daya Air, Bandung, Page; 1-30.
Lestari, F. (2021). Pemanenan Air Hujan Sebagai Penyediaan Air Bersih Pada Era New Normal Di Kelurahan Susunan Baru, Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Page: 427-434.
M. Kudeng Sallata. (2015). Konservasi Dan Pengelolaan Sumber Daya Air Berdasarkan Keberadaannya Sebagai Sumber Daya Alam. Info Teknis EBONI Vol. 12 No.1, 75-86
Modul Konservasi Sumber Daya Air, (2017). Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi, Bandung
Pusat Studi Lingkungan Hidup, (2021). Menjajaki Langkah Pemanenan Air Hujan, Regulations and Laws, Universitas Gajah Mada, Page 15-17 (Pusat Studi Lingkungan Hidup, 2021)
ROSS, D. A, (1970). Introduction to Oceanography. Meredith Corporation, New York, Page: 106-24
Schroeder, E. D, (1977). Water and Wastewater Treatment.
Mc Graw-Hill.Sumber Daya Alam, D, (2018). Memanen Air Hujan (Rain Water Harvesting) Sebagai Alternatif Sumber Air, Balai Wilayah Sungai Sulawesi II.
Susana, T, (2003). Air Sebagai Sumber Kehidupan. Oseana, Volume XXVIII no. 3, Page: 17-25.
United Nations Environment Programme (UNEP) International Technology Centre, (2001). Rainwater Harvesting, Murdoch University of Western Australia.
AP Samaloisa · 2022 — Vol 1, No 1 (2022). 22. Pengembangan Terminal Penumpang Bandar Udara. Rokot Sipora Kabupaten Kepulauan Mentawai


















