DIGITAL LITERCY INDEX MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP PENGGUNAAN E-MONEY SEBAGAI TRANSAKSI BELANJA
Abstract
Untuk melihat pernerapan Indeks Literasi Digital (IMDI) dalam Volume Transaksi E-money di Indonesia tahun 2020-2023. Sejak teknologi digital dan fondasi kuat juga di dalam lebih tergerusnya naked background dari dunia keuangan, e-money menjadi lagi penting an lagi bagi perluasan inklusi keuangan. Dalam penelitian ini digunakan data sekunder tahunan dari IMDI dan Volume Transaksi E-money, diperoleh serta data laporan Bank Indonesia sumber-sumber lain. Dengan metode analisis regresi linier sederhana menggunakan model Ordinary Least Squares (OLS), peneliti menemukan bahwa IMDI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap volume transaksi e-money. Hasil regresi menunjukkan bahwa setiap tambahan satu poin di IMDI terkait dengan volume transaksi e-money yang meningkat sebesar 2,57 juta transaksi. Koefisien determinasi (R²) 0,85 adalah sinyal bahwa model regresi ini dapat menjelaskan sebagian besar variabel volume transaksi e-money. Temuan ini menekankan bahwa literasi digital berperan penting dalam mempercepat e-money readings sehingga mampu mengidentifikasi masalah tambahan keuangan Indonesia. Bagaimana kita mendukung kemajuan literasi digital dan memaksimalkan potensi penggunaan e-money, terutamanya di kawasan-kawasan yang belum menerima akses yang memadai ke technologi digital. Penelitian ini berperan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan program edukasi literasi digital: meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuntungan dan keamanan transaksi e-money. Penelitian ini akan memberikan rekomendasi bagaimana berusaha mempromosikan program pendidikan literasi digital untuk perbesar pengetahuan masyarakat tentang keuntungan serta ke amanan suatu transaksi e-money.
References
Bank Indonesia. (2019). QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard): Inovasi sistem pembayaran di Indonesia. Bank Indonesia.
Dewi, P. H., & Sari, Y. (2021). Dampak adopsi marketplace dan teknologi digital terhadap UMKM di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 18(3), 102-118.
Laloan, M., Siregar, D., & Tabrani, S. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi digital oleh UMKM di sektor makanan dan minuman di Kota Jambi. Jurnal Teknologi dan Inovasi Bisnis, 8(2), 98-112.
Lekaj, M., & Kercini, R. (n.d.). Strategi adaptasi bisnis tradisional dalam menghadapi disrupsi e-commerce. Diakses dari https://www.jurnalbisnis.com/strategi-adaptasi-bisnis-tradisional
Liu, Y., & Walsh, P. (2019). E-Commerce and traditional industry: A disruptive innovation in retail and services. International Journal of Business Research, 15(4), 145-159.
Mulyadi, D., & Siregar, D. (2023). Transformasi industri kuliner tradisional dengan menggunakan sistem pembayaran digital QRIS di Kota Medan. Jurnal Inovasi Teknologi, 14(2), 77-90.
Ramanjaneyulu, K., & Subbarayudu, P. (n.d.). Impact of e-commerce on traditional industries: The case of India’s retail sector. International Journal of Retail Management, 12(3), 55-63.
Slamet, W., Haryanto, A., & Wibowo, B. (2017). Dampak e-commerce terhadap industri ritel tradisional di India dan Indonesia: Studi perbandingan. Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 20(4), 345-358.
Siregar, M., & Aman, D. (2023). Pemanfaatan teknologi QRIS untuk mempercepat digitalisasi pada sektor UMKM di Indonesia. Jurnal Pengembangan Ekonomi, 11(1), 65-80.
Wang, Y., et al. (2017). E-Commerce + Internet+: Opportunities and challenges for traditional industries in China. Journal of International Business and Economics, 9(1), 22-38.

















