PENGARUH TOXIC RELATIONSHIP DALAM BERPACARAN DENGAN KUALITAS HIDUP DEWASA AWAL
Keywords:
Toxic Relationship, Kualitas Hidup, Dewasa Awal
Abstract
Toxic relationship merupakan fenomena yang kerap terjadi pada individu dewasa awal, ditandai dengan kontrol berlebihan, kekerasan verbal atau fisik, dan manipulasi emosional yang berdampak negatif pada kualitas hidup. Kualitas hidup merupakan penilaian seseorang terhadap tingkat fungsi yang dicapai saat ini dibandingkan dengan standar atau harapan ideal mereka. Penilaian ini mencakup kepuasan terhadap aspek fisik, kemampuan berfungsi, kondisi emosional, serta hubungan sosial, dan bersifat subjektif sehingga hanya dapat diukur melalui sudut pandang pribadi individu tersebut (Cella, 1994). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh toxic relationship terhadap kualitas hidup individu dewasa awal menggunakan metode kuantitatif dan teknik purposive sampling. Alat Ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala toxic relationship dan kualitas hidup indonesia. Partisipan berjumlah 383 orang, berusia 18-25 tahun dari Jabodetabek dengan pengalaman pacaran minimal enam bulan serta pernah atau sedang mengalami toxic relationship. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 27. Hasil menunjukkan toxic relationship memberikan pengaruh sebesar 18,4% terhadap kualitas hidup dewasa awal.References
Ainnaya Alfatiha Ady, D. (2022). Self esteem sebagai prediktor terhadap kecenderungan toxic relationship pada dewasa awal yang berpacaran (Skripsi, Universitas Bosowa). Universitas Bosowa Makassar.
Azzahra, R., & Suhadi, M. F. (2021). Toxic relationship in Anna Todd’s Wattpad story after. Jurnal Sastra, 166-176.https://doi.org/10.1234/jurnal.sastra.2021.166-176
Azkia, W., Safitri, D., & Saipiatuddin. (2024). Toxic relationship dalam pacaran pada mahasiswa FIS Universitas Negeri Jakarta. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 175-187.https://doi.org/10.62383/wissen.v2i2.109
Cai, T., Verze, P., & Bjerklund Johansen, T. E. (2021). The quality of life definition: Where are we going? Uro J. Urol., 1(1), 14–22.
Cella, D. F. (1994). Quality of life: Concepts and definition. Journal of Pain and Symptom Management, 9(3), 186.
Fitria, N. (2023). Proses komunikasi intrapersonal untuk meningkatkan self-worth setelah mengalami toxic relationship pada perempuan dewasa. Jurnal Ilmu Komunikasi, Brand Communication, 3(1), 1-10. Universitas Bina Sarana Informatika.
Ferawati, K., & Gusnita, C. (2024). Analisis labelling terhadap laki-laki korban kekerasan fisik dan verbal dalam toxic relationship. Jurnal Assyari, 6(2), 1979–1993. https://doi.org/10.47476/assyari.v6i2.6577
Furman, W., & Rose, A. J. (2015). Romantic Relationships in Adolescence and Emerging Adulthood. Annual Review of Psychology, 66, 531-552.
Gasparini, D. (2024). Yes, Being in a Toxic Relationship Affects Your Mental Health—Here’s What to Do. Charlie Health. https://www.charliehealth.com/post/how-toxic-relationships-affect-your-men tal-health
Glass, L. (1995). Toxic people. Simon & Schuster.
Irma Yanti, C. (2023). Toxic relationship pada remaja yang berpacaran: Studi fenomenologi pada remaja korban toxic relationship di Kota Bandar Lampung. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Lampung.
Keny, W. C., Syahputra, R. F., & Pratomo, D. R. (2023). Pengalaman toxic relationship dan dampaknya pada kalangan generasi muda. Prosiding Seminar Nasional Universitas Negeri Surabaya, 918–926. https://doi.org/ISSN1234-5678
Komnas Perempuan. (2021). Catatan tahunan 2020 Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Republik Indonesia. Komnas Perempuan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. https://komnasperempuan.go.id/siaranpers-detail/catahu-2020-komnas-per empuan-lembar-fakta-dan
Komnas Perempuan. (2023). CATAHU 2023: Peluang penguatan sistem penyikapan di tengah peningkatan kompleksitas kekerasan terhadap perempuan. Diakses dari https://komnasperempuan.go.id/catatan-tahunan-detail/catahu-2023-pelua ng-penguatan-sistem-penyikapan-di-tengah-peningkatan-kompleksitas-kek erasan-terhadap-perempuan
Maharani, K. D., & Kalifa, A. D. (2024). Pengaruh toxic relationship pada remaja di Indonesia. Fakultas Bisnis Humaniora, Psikologi, Universitas Teknologi Yogyakarta. https://doi.org/10.0000/abcdefg
Marsidi, S. R., Yaqiin, A. A., Amsyar, A., Komala, E., Pratomo, G., Kim, I. V. A., & Hutagalung, R. B. Z. (2022). Gambaran kecemasan individu dewasa di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang (JATEBANG): Gejala dan penyebab. Jurnal Psikologi Terapan, 5(1), 1-12. https://doi.org/10.29103/jpt.v5i1.8150
Muhiddin, S., Dewi, C. R., & Massinai, S. M. M. (2023). “Supportive” Friends vs. “Toxic” Friends: Aspects of Friendship Promoting and Hindering Youth Mental Health during Covid-19 Pandemic. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 8(2), 235–262. https://doi.org/10.20473/jpkm.v8i22023.235-262
Praptiningsih, N. A., & Putra, G. K. (2021). Toxic relationship dalam komunikasi interpersonal di kalangan remaja. Communication, 12(2), 138-149. https://doi.org/10.2086-5708
Saskia, N. N., Idris, F. P., & Sumiaty. (2023). Perilaku toxic relationship terhadap kesehatan remaja di Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 4(3), 525-538.http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/woph4319
Setianingrum, M. E., & Kelly, E. (2023). Toxic relationships ditinjau dari self esteem pada mahasiswa. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Solferino, N., & Tessitore, M. E. (2019). Human networks and toxic relationships. Munich Personal RePEc Archive. https://mpra.ub.uni-muenchen.de/95756/ Trikesumawardani, S., Fitriah, M., & Purnomo, A. M. (2024). Hubungan Human Relations Mahasiswa dengan Toxic Relationship. Jurnal Komunikasi dan Organisasi, 6(2), 323–332. doi:10.26740/jkom.v6n2.p323-332
Vuja Syafrianti Alhidayah, & Indrayuda. (2020). Toxic. E-Jurnal Sendratasik, Vol.(No. 3 Seri Q).
WHO. (1997). WHOQOL: Measuring quality of life http://www.who.int/mental_health/media/68.pdf
Azzahra, R., & Suhadi, M. F. (2021). Toxic relationship in Anna Todd’s Wattpad story after. Jurnal Sastra, 166-176.https://doi.org/10.1234/jurnal.sastra.2021.166-176
Azkia, W., Safitri, D., & Saipiatuddin. (2024). Toxic relationship dalam pacaran pada mahasiswa FIS Universitas Negeri Jakarta. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 175-187.https://doi.org/10.62383/wissen.v2i2.109
Cai, T., Verze, P., & Bjerklund Johansen, T. E. (2021). The quality of life definition: Where are we going? Uro J. Urol., 1(1), 14–22.
Cella, D. F. (1994). Quality of life: Concepts and definition. Journal of Pain and Symptom Management, 9(3), 186.
Fitria, N. (2023). Proses komunikasi intrapersonal untuk meningkatkan self-worth setelah mengalami toxic relationship pada perempuan dewasa. Jurnal Ilmu Komunikasi, Brand Communication, 3(1), 1-10. Universitas Bina Sarana Informatika.
Ferawati, K., & Gusnita, C. (2024). Analisis labelling terhadap laki-laki korban kekerasan fisik dan verbal dalam toxic relationship. Jurnal Assyari, 6(2), 1979–1993. https://doi.org/10.47476/assyari.v6i2.6577
Furman, W., & Rose, A. J. (2015). Romantic Relationships in Adolescence and Emerging Adulthood. Annual Review of Psychology, 66, 531-552.
Gasparini, D. (2024). Yes, Being in a Toxic Relationship Affects Your Mental Health—Here’s What to Do. Charlie Health. https://www.charliehealth.com/post/how-toxic-relationships-affect-your-men tal-health
Glass, L. (1995). Toxic people. Simon & Schuster.
Irma Yanti, C. (2023). Toxic relationship pada remaja yang berpacaran: Studi fenomenologi pada remaja korban toxic relationship di Kota Bandar Lampung. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Lampung.
Keny, W. C., Syahputra, R. F., & Pratomo, D. R. (2023). Pengalaman toxic relationship dan dampaknya pada kalangan generasi muda. Prosiding Seminar Nasional Universitas Negeri Surabaya, 918–926. https://doi.org/ISSN1234-5678
Komnas Perempuan. (2021). Catatan tahunan 2020 Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Republik Indonesia. Komnas Perempuan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. https://komnasperempuan.go.id/siaranpers-detail/catahu-2020-komnas-per empuan-lembar-fakta-dan
Komnas Perempuan. (2023). CATAHU 2023: Peluang penguatan sistem penyikapan di tengah peningkatan kompleksitas kekerasan terhadap perempuan. Diakses dari https://komnasperempuan.go.id/catatan-tahunan-detail/catahu-2023-pelua ng-penguatan-sistem-penyikapan-di-tengah-peningkatan-kompleksitas-kek erasan-terhadap-perempuan
Maharani, K. D., & Kalifa, A. D. (2024). Pengaruh toxic relationship pada remaja di Indonesia. Fakultas Bisnis Humaniora, Psikologi, Universitas Teknologi Yogyakarta. https://doi.org/10.0000/abcdefg
Marsidi, S. R., Yaqiin, A. A., Amsyar, A., Komala, E., Pratomo, G., Kim, I. V. A., & Hutagalung, R. B. Z. (2022). Gambaran kecemasan individu dewasa di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang (JATEBANG): Gejala dan penyebab. Jurnal Psikologi Terapan, 5(1), 1-12. https://doi.org/10.29103/jpt.v5i1.8150
Muhiddin, S., Dewi, C. R., & Massinai, S. M. M. (2023). “Supportive” Friends vs. “Toxic” Friends: Aspects of Friendship Promoting and Hindering Youth Mental Health during Covid-19 Pandemic. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 8(2), 235–262. https://doi.org/10.20473/jpkm.v8i22023.235-262
Praptiningsih, N. A., & Putra, G. K. (2021). Toxic relationship dalam komunikasi interpersonal di kalangan remaja. Communication, 12(2), 138-149. https://doi.org/10.2086-5708
Saskia, N. N., Idris, F. P., & Sumiaty. (2023). Perilaku toxic relationship terhadap kesehatan remaja di Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 4(3), 525-538.http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/woph4319
Setianingrum, M. E., & Kelly, E. (2023). Toxic relationships ditinjau dari self esteem pada mahasiswa. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Solferino, N., & Tessitore, M. E. (2019). Human networks and toxic relationships. Munich Personal RePEc Archive. https://mpra.ub.uni-muenchen.de/95756/ Trikesumawardani, S., Fitriah, M., & Purnomo, A. M. (2024). Hubungan Human Relations Mahasiswa dengan Toxic Relationship. Jurnal Komunikasi dan Organisasi, 6(2), 323–332. doi:10.26740/jkom.v6n2.p323-332
Vuja Syafrianti Alhidayah, & Indrayuda. (2020). Toxic. E-Jurnal Sendratasik, Vol.(No. 3 Seri Q).
WHO. (1997). WHOQOL: Measuring quality of life http://www.who.int/mental_health/media/68.pdf
Published
2025-01-07
How to Cite
Carissa Ratu Nolanda, Monty P. Satiadarma, & Untung Subroto. (2025). PENGARUH TOXIC RELATIONSHIP DALAM BERPACARAN DENGAN KUALITAS HIDUP DEWASA AWAL. Journal of Social and Economics Research, 6(2), 652-668. https://doi.org/10.54783/jser.v6i2.671
Section
Articles

















