OPTIMIZATION OF FRACTIONAL OPERATING CONDITIONS [TEMPERATURE DRAIN AND COOLING TIME] TO PRODUCE HIGH QUALITY COOKING OIL

  • Fahril Latief Fahril universitas fajar makassar
  • A. Sry Iryani Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Fajar Makassar Indonesia
Keywords: fraksinasi, kristalisasi, temperature drain, cooling time, iodine value, cloud point

Abstract

Minyak goreng memiliki kandungan utama yaitu trigliserida yang berasal dari bahan nabati, yang diproses tanpa perubahan kimiawi dan telah melewati proses fraksinasi atau pemurnian lebih lanjut sehingga minyak ini dapat digunakan untuk menggoreng. Fraksinasi kering merupakan metode yang lebih umum digunakan dibandingkan metode lainnya. Sebelum kristalisasi dimulai, minyak dijaga tetap homogen pada suhu sekitar 70°C untuk memastikan tidak ada kristal yang terbentuk sebelum waktunya. Kristalisasi kemudian diinduksi secara terkendali dalam kristalisator.Temperature drain adalah temperature akhir pada proses kristalisasi di fraksinasi sebelum proses pemisahan fraksi padat dan fraksi cair. Cooling time adalah waktu yang dibutuhkan dalam proses kristalisasi untuk memperoleh temperature yang diinginkan. Pada penelitian ini akan ditinjau dan dikembangkan bagaimana kondisi operasi optimum untuk menghasilkan minyak goreng yang berkualitas tinggi dengan mengacu pada parameter uji iodine value dan cloud point. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan edukasi bahwa kekeruhan minyak goreng yang terjadi dipasaran hanya disebabkan oleh kondisi operasi proses pembuatan minyak goreng. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi operasi optimum temperature drain dan cooling time pada proses fraksinasi dengan variasi temperature drain 20℃, 21℃, 22℃, 23℃, 24℃, dan 25℃ dan cooling time selama 6 – 9 jam. Dalam penelitian ini didapatkan hasil yang optimum pada temperature drain 20℃ dan cooling time selama 9 jam yang

menghasilakan iodine value 58,01 dan cloud point 8,6℃

References

Budiyanto, Zuki, M, & S. Hutasoit, M. (2012). Ketahanan Minyak Goreng Kemasan dan Minyak Curah Pada Penggorengan Kerupuk Jalin Agroindustri 2(1), 34- 40.

Bukhori, M., & Ekasari, T. (2017). Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Keputusan Pembelian Minyak Goreng Bimoli Pada Ibu Rumah Tangga Desa Kebonagung Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan. Jurnal Ilmiah Bisnis Dan Ekonomi Asia, 11(2), 11–19.

Choo, S. Y., MMA. An, Yap S. C., Ooi C. K., and Basiron, 1993, Production and Application of Deacidified and Deodorized Red Palm Oil, Palm Oil Development in Food Science, 21, Elsevier, pp. 177-193.

Darmoko, D., dkk., 2002, Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit dan Produk Turunannya, Penerbit Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.

Fitriana. (2015). Analisis Perbandingan Sikap Konsumen Dalam Memilih Produk Minyak Goreng Kemasan Dan Curah (Studi Kasus Ibu Rumah Tangga Di Kota Pekanbaru). Jom Fekon, 2(1), 2013–2015. https://www.neliti.com/id/journals/jom fe-unri/catalogue

Fitriyono Ayustaningwarno, S. T. P. M. S., Retnaningrum, G., Safitri, I., Anggraheni, N., Suhardinata, F., Umami, C., & Rejeki, M. S. W. (2015). Aplikasi Pengolahan Pangan.

Hock, O. S. and Chong C. Chuah,1979, Fat Replacers, Food Technolog, J. Org. Chem., 65, pp. 5868.

Lawson, H. W., 1985, Standart for Oil and Fats, The L. J. Senior Food Service Standart Series, Vol. 5, Avi Pub. Co. Inc., Westport Connecticut.

Malik, A. (2015). Fraksinasi Olein dan Stearin Minyak Sawit Kasar Menggunakan Larutan dengan Berat Jenis Antara. Jesbio, 18-22.

Mamat H, Aini IN, Said MY, Jamaludin R. 2005. Physicochemical characteristics of palm oil and sunflower oil blends fractionated at different temperatures. Food Chem. 91:731–736.

Published
2025-07-03
How to Cite
Fahril, F. L., & A. Sry Iryani. (2025). OPTIMIZATION OF FRACTIONAL OPERATING CONDITIONS [TEMPERATURE DRAIN AND COOLING TIME] TO PRODUCE HIGH QUALITY COOKING OIL. Journal of Scientech Research and Development, 7(1), 712-720. https://doi.org/10.56670/jsrd.v7i1.934