EKSISTENSI PANCASILA TERHADAP IDE ANTI PANCASILA DI MEDIA SOSIAL
Abstract
Pancasila sebagai ideologi dan jiwa bangsa Indonesia, memperoleh berbagai tantangan dan hambatan dalam mengukuhkan eksistensinya. Sejarah mencatat bahwa pada akhirnya Pancasila berhasil menunjukkan eksistensinya sebagai pandangan hidup yang paling sesuai bagi bangsa Indonesia. Meskipun demikian Pancasila akan selalu menemukan tantangan dari pihak pihak yang ingin menggoyahkan eksistensinya. Dewasa ini, generasi muda memperoleh informasi dan mengenal berbagai hal melalui media sosial. Media sosial menjadi sarana bagi generasi muda untuk berkomunikasi, bersosialisai bahkan belajar. Banyak pihak dengan berbagai kepentingan, menggunakan media sosial sebagai sarana untuk mempengaruhi generasi muda dengan gagasan sesuai kepentingannya menggunakan media sosial. Media sosial menjadi sarana yang paling efektif untuk mempengruhi genersai muda. Penanaman ide dan gagasan melalui media sosial banyak dilakukan untuk kepentingan berbagai tujuan, termasuk kepentingan pihak pihak yang ingin melengserkan Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Oleh karena itu, eksistensi Pancasila di media sosial menjadi penting. Penguatan penanaman gagasan Pancasila di media sosial akan menangkal kepentingan pihak yang bersebrangan. Penelitian ini diperlukan untuk mengukur eksistensi Pancasila terhadap Ide Anti Pancasila di media sosial.
References
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, “Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Pendidikan Pancasila”, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Cetakan 1, Jakarta, 2016.
J.J. Veeger, Realitas Sosial, Gramedia, Jakarta, 1985.
Moh. Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1985.
S. Santoso, AMOS 22 untuk Structural Equation Modelling, elex Media Komputindo, Jakarta, 2015.
Tim Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI (Editor : Hariqo Wibawa Satria, Luqman Hakim Arifin), “Panduan Optimalisasi Media Sosial untuk Kementerian Perdagangan RI”, Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI, Jakarta, 2014.


















