HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI, PARITAS DAN SIKAP IBU DENGAN KEJADIAN HYPEREMESIS GRAVIDARUM DI PUSKESMAS BINUANGEUN TAHUN 2024

  • Mita Dianasari Universitas Indonesia Maju
  • Nurainih Universitas Indonesia Maju
  • Hedy Hardiana Universitas Indonesia Maju
Keywords: Dukungan Suami, Paritas, Sikap, Hyperemesis Gravidarum

Abstract

Mual dan muntah selama kehamilan merupakan hal umum yang sering terjadi pada awal masa kehamilan. Kondisi ini masih sering diabaikan karena Mual dan muntah selama kehamilan merupakan hal umum yang sering terjadi pada awal masa kehamilan. Kondisi ini masih sering diabaikan karena dianggap sebagai hal normal. Banyak orang tidak menyadari bahwa mual dan muntah yang parah selama kehamilan bisa berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Ketika mual dan muntah berkembang menjadi lebih parah, kondisi ini dikenal sebagai hyperemesis gravidarum (HEG). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara dukungan suami, paritas dan sikap ibu terhadap kejadian hyperemesis gravidarum di Puskesmas Binuangeun tahun 2024. desain penelitian ini yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini ialah semua ibu yang mengalami hyperemesis gravidarum di Puskesmas Binuangeun pada bulan November sampai Desember 2024 sebanyak 30 orang. Tempat penelitian yang digunakan adalah wilayah kerja Puskesmas Binuangeun. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami (p=0,14), paritas (p=0,009), dan sikap ibu hamil (p=0,001) dengan kejadian hyperemesis gravidarum (HEG). Dukungan suami, baik emosional maupun praktis, berperan dalam mengurangi stres yang dapat memicu HEG. Ibu primigravida memiliki risiko lebih tinggi mengalami HEG dibandingkan ibu multigravida, disebabkan oleh kurangnya adaptasi terhadap perubahan hormonal dan kesiapan psikologis. Selain itu, sikap ibu terhadap HEG dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, di mana sikap positif membantu ibu lebih mampu menghadapi gejala dan mencari perawatan yang diperlukan. Oleh karena itu, upaya edukasi, peningkatan dukungan keluarga, serta bimbingan psikologis bagi ibu hamil, terutama yang baru pertama kali hamil, menjadi langkah penting dalam mencegah dan mengelola HEG.

References

Ali, M. (2015) Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Amarlini, R. (2020) ‘Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kejadian Mual Muntah pada Kehamilan Trimester Pertama’, Jurnal Surya Medika (JSM), 6(1), pp. 70–76.
Astuti, D. (2016) ‘Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Di Puskesmas Kembaran 1 Kabupaten Banyumas’.
Azwar, S. (2014) Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bailit, J.L. (2005) ‘Hyperemesis Gravidarum: Epidemiologic Findings from a Large Cohort’, American Journal of Obstetrics and Gynecology, 193(3), pp. 811–814.
Boelig, R. C., Barton, S. J., Saccone, G. (2020) ‘Management of Hyperemesis Gravidarum’, Obstetrics & Gynecology, 136(1), pp. 123–125.
Broussard, K., Mullin, P. M., Fejzo, M.S. (2023) ‘The Role of Genetics in Hyperemesis Gravidarum: A Meta-Analysis’, BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 130(5), pp. 726–733.
Damis, Y. et al. (2023) ‘Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak di Puskesmas Palangga Kabupaten Konawe Selatan dengan Menerapkan Program Ibu Bersalin di Puskesmas dengan Bidan Siaga’, Community Development Journal, 4(3), p. 2023.
Dayyani (2019) Hubungan Dukungan Suami Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 Di Rumkit Ban Lawang Kabupaten Malang.
Faramarzi, M., Zarifian, A. (2021) ‘Psychological Stress and Hyperemesis Gravidarum: A Cohort Study’, BMC Pregnancy and Childbirth, 21(1), p. 106.
Fauzi, A., & dkk. (2022) Metodologi Penelitian. In Suparyanto dan Rosad (2015).
Fell, D. B., Dodds, L., & Joseph, K.S. (2006) ‘Risk Factors for Hyperemesis Gravidarum’, Obstetrics and Gynecology, 107(2), pp. 277–284.
Fiaschi, L., Nelson-Piercy, C., & Deb, S. (2016) ‘Clinical, Psychological and Economic Burden of Hyperemesis Gravidarum’, BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 123(6), pp. 890–898.
Goodwin, T.M. (2008) ‘Hyperemesis Gravidarum’, Clinical Obstetrics and Gynecology, 51(2), pp. 547–555.
H Endrawan (2017) Suamiku Super. Edited by I.E. Monica. Yogyakarta: Laksana. Hasanah, N.U. (2014) ‘Hubungan Dukungan Sosial Suami Terhadap Kecenderungan Baby Blues Sindrom Pada Ibu Pasca Melahirkan’.
Kemenkes (2021) Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020.
Mariantari, Y. (2014) ‘Hubungan dukungan suami, usia ibu, dan gravida terhadap kejadian emesis gravidarum’.
McCarthy, F. P., Khashan, A. S., & McElroy, N.R. (2021) ‘Hyperemesis Gravidarum: Epidemiology, Outcomes, and Treatment’, BMJ, 372, p. n486.
Mitchell-Jones, N., D. (2020) ‘Association between hyperemesis gravidarum and psychological symptoms, psychosocial outcomes and infant bonding: A two-point prospective case-control multicentre survey study in an inner city setting’, BMJ Open, 10(10), p. e039715.
Mullin, P. M., MacGibbon, K. W., & Fejzo, M.S. (2022) ‘Influence of Fetal Sex on Hyperemesis Gravidarum’, American Journal of Obstetrics & Gynecology, 226(2), pp. 225.e1-225.e7.
Nasution, Y.E. (2021) ‘Hubungan Dukungan Suami, Pekerjaan Dan Sikap Pada Ibu Hamil Dengan Hiperemesis Gravidarum Di Klinik Dina Karya Medan Tahun 2020’, Jurnal Pionir LPPM Universitas Asahan, 7, p. 279.
Nugroho, T. (2014) Buku Ajar Askeb 1 Kehamilan. Edited by Isna. Yogyakarta: Nuha Medika.
O’Donnell, A. M., Byrne, S., & Khashan, A.S. (2023) ‘Pregnancy-Related Factors in Hyperemesis Gravidarum’, BMC Pregnancy and Childbirth, 23(1), p. 15.
Octaviani (2018) ‘Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil Dalam Mencegah Kejadian Hyperemesis Gravidarum Diwilayah Kerjapus Kesmas Pada Larang. Journal Kesehatan STIKES Santo Brromeus’.
Organization, W.H. (2021) Global Prevalence of Anemia in Pregnant Women: WHO Report 2021. Geneva.
Paskana, K. and Vevi Gusnidarsih (2020) ‘Hubungan Paritas Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Abstrak’, BMJ (Online), 340(7743), pp. 25–29.
Rahman, N. M., Ashari, A., & Ramadani, A. (2023) ‘Edukasi Ibu Hamil Tentang Hiperemesis Gravidarum Menggunakan Video Edukasi Di Desa Bulukumba’, Journal of Community Services, 5(1).
RI, K. (2018) Laporan Riskesdas 2018. Jakarta.
Ririn Riyani, Siswani Marianna and Yoanita Hijriyati (2020) ‘Hubungan Antara Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil’, Binawan Student Journal, 2(1), pp. 178–184. Available at: https://doi.org/10.54771/bsj.v2i1.105.
Saifuddin, B. (2014) Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Jakarta: PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sari, D.M. et al. (2022) ‘Hubungan Antara Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak’, Malahayati Nursing Journal, 4(5), pp. 1315–1327. Available at: https://doi.org/10.33024/mnj.v4i5.6412.
Suryani, D. (2014) Hubungan Dukungan Suami Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum di RS dr. R.Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Suryono, A., Nugraha, F. S., Akbar, F., & Armiyati, Y. (2020) ‘Combination of Deep Breathing Relaxation and Murottal Reducing Post Chemotherapy Nausea Intensity in Nasopharyngeal Cancer (NPC) Patients’, Media Keperawatan Indonesia, 3(1), p. 24. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.26714/mki.3.1.2020.24-31.
Sutriningsih (2018) ‘Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kejadian hiperemesis gravidarum’.
Syamsuddin, S., Lestari, H., & Fachlevy, A.F. (2018) ‘Hubungan Antara Gastritis, Stres, dan Dukungan Suami Pasien dengan Sindrom Hiperemesis Gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari’, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 2(2), 102–.
Triana Indrayani (2018) ‘Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang’, Jurnal Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya [Preprint].
Verberg, M. F. G., Gillott, D. J., & Al-Fardan, N. (2005) ‘Hyperemesis Gravidarum, a Literature Review’, BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 112(4), pp. 349–357.
Wulandari (2019) ‘Minuman Jahe Hangat untuk Mengurangi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil di Puskesmas Nalumsari Jepara’, Jurnal Smart Kebidanan, 6(1), pp. 42–47. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.34310/sjkb.v6i1.246.
Yuliani, D.R. (2022) ‘Hubungan Dukungan Suami dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam Menghadapi Persalinan di Puskesmas Kintamani’, Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(1), 45–5.
Zaen, D. A., Widyawati, S. A., & Yuswantina, R. (2015) ‘Hubungan Dukungan Suami dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa’.
Zhang, Y., Cantor, R. M., & Macgibbon, K.W. (2021) ‘Family Aggregation of Hyperemesis Gravidarum: A Longitudinal Study’, American Journal of Obstetrics and Gynecology, 224(3), pp. 230.e1-230.e7.
Published
2025-06-03
How to Cite
Mita Dianasari, Nurainih, & Hedy Hardiana. (2025). HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI, PARITAS DAN SIKAP IBU DENGAN KEJADIAN HYPEREMESIS GRAVIDARUM DI PUSKESMAS BINUANGEUN TAHUN 2024. Journal of Scientech Research and Development, 7(1), 311-321. https://doi.org/10.56670/jsrd.v7i1.894